Perekonomian global mulai pulih dan diperkirakan tumbuh positif pada 2021. Paska kontraksi tajam pada Q2-2020, tren positif dan pemulihan ekonomi sejak Q3-2020 terjadi secara global, termasuk di Indonesia. Dalam upaya melaksanakan Program Pemulihan Ekonomi Nasional, Pemerintah terus memberikan dukungan kepada UMKM.
Belajar dari pengalaman sebelumnya, kasus positif Covid-19 selalu meningkat dengan persentase yang bervariasi setelah libur panjang. Selain itu, penduduk usia lansia memiliki risiko terpapar Covid-19 dengan risiko kematian yang lebih tinggi dibandingkan dengan usia muda. Sayangi keluarga, tahan diri untuk tidak bertatap muka. Masih bisa saling sapa walau hanya di rumah saja.
Berdasarkan data Kementerian Koperasi dan UKM, jumlah UMKM di Indonesia telah menyentuh angka 64,2 juta di tahun 2018 atau setara 99,99% dari jumlah pelaku usaha secara keseluruhan. Sesuai arahan Presiden Joko Widodo di awal bulan April 2021, angka rasio kredit yang diperuntukkan bagi pelaku UMKM ditargetkan mencapai 30% di tahun 2024.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam peluncuran “Program Home Care & Home Delivery Vaksinasi 10.000 Lansia untuk Negara” yang diselenggarakan oleh Rumah Sakit Husada, Jakarta (21/4), mengatakan bahwa kecepatan pelaksanaan vaksinasi terus ditingkatkan untuk mencapai target 500.000 dosis per hari dan capaian ini akan terus di akselerasi.
Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro telah terbukti mampu mulai menekan laju kasus aktif Covid-19. Pemerintah memutuskan akan melakukan perpanjangan dan perluasan PPKM Mikro, mulai 20 April s.d. 3 Mei 2021.
Kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat berskala Mikro (PPKM Mikro) membawa Indonesia menjadi negara yang saat ini memiiki kondisi pandemi COVID-19 nya relatif lebih baik dibandingkan global. Kebijakan tersebut membawa ekonomi Indonesia mulai pulih dan diproyeksikan akan tumbuh 4,5% s.d. 5,3%.