Pandemi Covid-19 menjadi momentum bagi Pemerintah untuk mempercepat Transformasi Digital. Pasalnya, selama pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), infrastruktur dan layanan digital terbukti menjadi tulang punggung bagi berbagai kegiatan produktif, seperti bekerja, berjualan, dan belajar dari rumah.
Proses digitalisasi olahraga dapat menjawab tantangan pengembangan olahraga di masa Kenormalan Baru. Proses digitalisasi ini menjadi penting, mengingat hingga saat ini kasus Covid-19 di Indonesia telah meningkatkan jumlah wilayah yang berstatus resiko sedang dan resiko tinggi. Hal ini tentu berdampak pada sektor industri olahraga, di mana pendapatan industri olahraga diproyeksikan turun di tahun 2020.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mewakili Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) dalam Pertemuan Leaders Interface with Representatives from ASEAN Business Advisory Council (ASEAN-BAC), melalui teleconference di kantornya, Jumat (26/6). Menko Perekonomian didampingi oleh Menteri Perdagangan Agus Suparmanto dan perwakilan ASEAN-BAC Indonesia.
Permintaan domestik menjadi salah satu kunci untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi Indonesia di tengah pandemi Covid-19. Sebab, dengan kondisi perekonomian dunia yang sedang mengalami kontraksi ini, permintaan global maupun ekspor tidak bisa diandalkan.
Berbagai indikator memang menunjukkan penurunan yang tajam pada aktivitas ekonomi di bulan April dan Mei 2020 sebagai dampak dari Pandemi Covid-19. Namun, indikator dini pada pertengahan Juni 2020 memberikan harapan seiring diberlakukannya New Normal.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan bahwa dalam penanganan Covid-19, pemerintah telah menyiapkan langkah komprehensif dengan memprioritaskan perlindungan terhadap hidup dan mata pencaharian masyarakat (safeguarding our lives and livelihood).