Implementasi Perpres 74/2017 tentang Peta Jalan Sistem Perdagangan Nasional Berbasis Elektronik Tahun 2017-2019 dan Pembelajarannya
Senin, 30 Desember 2019 - 18:03
Implementasi Perpres 74/2017 tentang Peta Jalan Sistem Perdagangan Nasional Berbasis Elektronik Tahun 2017-2019 dan Pembelajarannya
Sumber gambar : ekon.go.id
Dokumen Lampiran
NoDeskripsiFilenameFilesize 
1Implementasi Perpres 74/2017 tentang Peta Jalan Sistem Perdagangan Nasional Berbasis Elektronik Tahun 2017-2019 dan Pembelajarannya buku-implementasi-perpres-no-74-tahun-2017-dan-pembelajarannya-2019.pdf12.5 MB
Pemanfaatan    teknologi    digital     dalam     kegiatan       perekonomian       sudah    menjadi keniscayaan. Kehadiran e-commerce, financial technology (fintech), dan on-demand services telah membuka peluang usaha baru, memperluas pasar, dan mendorong inklusivitas. Di sisi lain, pemanfaatan digital juga memiliki risiko yang perlu dikelola, seperti dampak otomasi yang menggeser sebagian peran manusia. 
 
Kondisi  tersebut  khususnya di sektor e-commerce   diantisipasi   Pemerintah  melalui Peraturan Presiden No. 74 Tahun 2017 tentang  Peta    Jalan    Sistem   Perdagangan   Nasional   Berbasis Elektronik (Road Map e-Commerce) Tahun   2017-2019  atau seringkali disingkat menjadi Peta Jalan e-Commerce.
 
Beberapa   kendala  pada  tahap awal implementasi  Peta  Jalan  e-Commerce  dapat  dikelompokkan   setidaknya  ke  dalam   dua  kelompok, yaitu (1) rancangan Peta Jalan tidak memiliki kondisi  awal/akhir,  kebijakan,  strategi, dan target sehingga menyulitkan pengukuran efektivitas  pelaksanaan   Peta   Jalan; dan (2) perbedaan  tingkat    pemahaman   dan   kesiapan   Kementerian/Lembaga (K/L) sebagai pelaksana Peta Jalan.
 
Melalui forum sharing dan diskusi intensif, baik  antar  K/L  maupun dengan pelaku usaha, kendala tersebut dapat diatasi. Sebagai hasil, 54 dari total 62 rencana tindak dapat diselesaikan dalam dua tahun pelaksanaan  Peta  Jalan  e-Commerce. Adapun delapan    rencana   tindak  lainnya   masih   dalam    proses    pembahasan.
 
Implementasi Peta Jalan e-Commerce tidak hanya  memberikan  insight tentang industri e-commerce yang sangat kompetitif dan fast changing, tetapi juga memberikan pembelajaran berharga termasuk perkiraan karakteristik ekonomi digital. Pembelajaran utama yang didapat  antara  lain  menitikberatkan kepada pentingnya   memiliki   kejelasan  visi untuk  membangun kesepahaman dan kesatuan tindak antarpelaku (Pemerintah dan pelaku usaha). Selain itu, agility    dalam    pengaturan   juga   diperlukan,  terutama untuk memberikan ruang inovasi. Isu lain   adalah   perlunya  focal  point  dalam pengembangan e-commerce secara spesifik dan ekonomi  digital   secara   umum. Hal ini perlu diperhatikan karena e-commerce bukan hanya terkait     isu    penyelenggaraan   sistem    dan  transaksi   elektronik   dan   isu perdagangan. E-commerce juga meliputi    isu   keamanan   siber,    logistik, pembayaran, serta penguatan pelaku usaha   dan  produk  lokal.  Dengan   demikian, harmonisasi lintas K/L menjadi krusial dalam menciptakan ekosistem e-commerce yang mumpuni. 
 
Beberapa isu penting di luar Peta Jalan e-Commerce     juga     diidentifikasi,    seperti   perdagangan lintas batas (cross-border e-commerce), barang digital, dan data flow. Sebagai    penutup,   Penulis   mengidentifikasi   beberapa hal penting yang perlu segera dituntaskan  pada   tahun   2020   seperti   penyusunan peraturan turunan  dari  PP No. 80 Tahun 2019  tentang Perdagangan Melalui Sistem  Elektronik;  persiapan  perundingan Joint Statement Initiative on e-Commerce yang akan segera   dimulai   pada   bulan   Februari   2020; penguatan koordinasi lintas K/L; penyusunan strategi pengembangan ekonomi digital; serta pengembangan dan pemanfaatan big data ekonomi digital.
 
***
Publikasi Terkaitrss
Informasi tidak ditemukan
MajalahLainnyarss
Informasi tidak ditemukan
Publikasi TerbaruLainnyarss
Informasi tidak ditemukan