[EDISI 16/5/2019] LAPORAN EKONOMI MINGGUAN
Jumat, 17 Mei 2019 - 15:43
Dokumen Lampiran
NoDeskripsiFilenameFilesize 
1[EDISI 16/5/2019] LAPORAN EKONOMI MINGGUANedisi-16-5-2019-laporan-ekonomi-mingguan.pdf1.4 MB
Pepatah Afrika kuno mengatakan, “Ketika gajah bertarung, rumputlah yang menderita”. Hal serupa terjadi pada konteks perang dagang, ketika negara dengan ekonomi besar berperang, maka negara-negara berkembanglah yang menjadi paling terpukul. Ketegangan perang dagang mulai kembali memanas. Dilansir dari laman resmi Perwakilan Perdagangan AS atau USTR pada Jumat (10/5) lalu, Presiden Trump meminta AS meningkatkan tarif dari 10 persen menjadi 25 persen atau setara nilai impor Cina sekitar $200 miliar.
 
Ketegangan perang dagang sudah berlangsung sejak tahun lalu. Dimulai ketika Trump mengungumkan penerapan tarif impor untuk panel surya dan mesin cuci pada Januari 2018. Lalu pada Maret 2018, pemerintah AS memberlakukan tarif impor 25 persen untuk baja dan 10 persen untuk aluminium dari sebagian besar negara. Secara mengejutkan Cina melakukan pembalasan yang akhirnya diikuti Kanada, Meksiko, dan UE. Konfrontasi cepat meningkat dan pada September 2018 AS mengenakan tarif 10 persen yang mencakup sekitar $200 miliar impor Cina, dan Cina membalas dengan mengenakan tarif impor AS senilai $60 miliar.
MajalahLainnyarss
Informasi tidak ditemukan
Publikasi TerbaruLainnyarss
Informasi tidak ditemukan