Wonogiri Jadi Model Penyaluran KUR Peternakan Rakyat
Kamis, 06 Desember 2018 - 14:11
Wonogiri Jadi Model Penyaluran KUR Peternakan Rakyat
Sumber gambar : ekon.go.id
Wonogiri - Pemerintah meluncurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) khusus peternakan rakyat sebagai implementasi dari Kebijakan Pemerataan Ekonomi. Penyaluran KUR khusus peternakan rakyat yang dilaksanakan hari ini, Kamis (6/12) di Kabupaten Wonogiri, Provinsi Jawa Tengah adalah sebesar Rp8,9 miliar. Angka tersebut diberikan kepada 69 anggota kelompok peternakan rakyat.
 
“Dasar pertimbangan peluncuran KUR khusus peternakan rakyat dilaksanakan di Provinsi Jawa Tengah adalah karena provinsi ini memiliki jumlah realisasi penyaluran KUR terbesar nasional,” ujar Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Iskandar Simorangkir saat memberikan laporan tentang peluncuran KUR khusus ini.
 
Realisasi KUR Provinsi Jawa Tengah pada Januari s.d Oktober 2018 adalah sebesar Rp20,4 triliun dengan kumulatif 2015 s.d Oktober 2018 adalah sebesar Rp54,9 triliun. Provinsi Jawa Tengah juga menjadi pusat peternakan nasional.
 
Iskandar menambahkan, potensi yang mendukung pengembangan peternakan rakyat di Jawa Tengah khususnya Wonogiri adalah tersedianya hijauan yang melimpah dan murah karena adanya Waduk Gajah Mungkur. Selain itu, secara tradisional masyarakatnya memelihara sapi, serta didukung adanya korporasi petani (Badan Usaha Milik Petani/BUMP) yang mendapat pengakuan internasional.
 
“Acara penyaluran KUR khusus peternakan rakyat ini disinergikan dengan penyaluran program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) BUMN dan Swasta Nasional serta pemberdayaan ekonomi santri/pedesaan,” kata Iskandar yang juga menjabat sebagai Sekretaris Komite Kebijakan Pembiayaan Bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
 
Kemudian untuk mendukung program KUR peternakan rakyat, pada kesempatan ini juga diresmikan 4 (empat) kandang komunal organik program TJSL Perusahaan Umum Jaminan Kredit Indonesia (Jamkrindo) dan PT Asuransi Kredit Indonesia (Askrindo). Hal tersebut juga ditujukan untuk mendukung kegiatan pelatihan petani oleh Sekretariat Nasional BUMP Indonesia.
 
Adapun bank yang ditunjuk sebagai penyalur KUR khusus peternakan rakyat kali ini adalah Bank BRI, Bank Mandiri, Bank BNI, Bank Jateng, dan Bank Sinarmas,dengan offtaker PT Widodo Makmur Perkasa dan BUMP PT Pengayom Tani Sejagat.
 
Lembaga asuransi juga mendukung program peternakan rakyat dengan memberikan asuransi peternakan rakyat secara swadaya. 2 (dua) lembaga asuransi tersebut adalah PT Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo) dan PT Asuransi Jasa Tania Tbk (Jastan) dengan rata-rata pertanggungan masing-masing Rp20 juta per ekor.
 
Dalam rangkaian acara ini juga dilaksanakan penyerahan simbolis KUR, Sistem Resi Gudang (SRG), hewan ternak sapi, asuransi ternak, serta sertifikat organik internasional. Lalu untuk meningkatkan kinerja KUR dan SRG, sosialisasi kepada perwakilan BUMP dari berbagai provinsi di Indonesia pun diselenggarakan.
 
Sementara untuk akumulasi pemberian KUR dengan sistem subsidi bunga sejak tahun 2015 sampai dengan 31 Oktober 2018 telah mencapai Rp317 triliun. Sedangkan untuk plafon KUR yang disalurkan Januari sd Oktober 2018 mencapai Rp113,6 triliun atau 91,8% dari plafon 2018 yang ditetapkan. (ekon)
Berita Terkaitrss
Informasi tidak ditemukan
Ekonomi Makro dan KeuanganLainnyarss
Informasi tidak ditemukan
Berita TerbaruLainnyarss
Informasi tidak ditemukan