Tingkatkan Kualitas SDM, Pemerintah Pusat dan Daerah Kembali Bekerja Sama Menyusun Kurikulum Sektor Seni dan Industri Kreatif
Selasa, 26 Maret 2019 - 22:32
Tingkatkan Kualitas SDM, Pemerintah Pusat dan Daerah Kembali Bekerja Sama Menyusun Kurikulum Sektor Seni dan Industri Kreatif
Sumber gambar : ekon.go.id
Sebagai bentuk upaya peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM), Pemerintah Pusat kembali menggandeng Pemerintah Daerah untuk melakukan kegiatan workshop ketiga dalam rangkaian Pilot Project revitalisasi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dan Balai Latihan Kerja (BLK) untuk menyusun kurikulum sektor seni dan industri kreatif.
 
“Workshop ini diharapkan dapat menghasilkan kurikulum dan Modul Training of Trainers (ToT) yang sesuai dengan kebutuhan industri dan kondisi terkini, yang mempengaruhi sektor seni dan industri kreatif. Workshop ketiga ini terdiri dari 3 (tiga) kompetensi yaitu Seni Lukis, Seni Ukir, Kriya Logam, dan Perhiasan,” ujar Yulius, Asisten Deputi Ketenagakerjaan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian saat membuka acara acara Workshop Penyusunan Kurikulum SMK  Sektor Seni dan Industri Kreatif (26/03), di Makassar.
 
Yulius mengatakan, pemilihan kompetensi dalam pilot project dilakukan diskusi bersama antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah. Pemerintah pusat mengusulkan enam sektor prioritas di dalam roadmap, yaitu, agribisnis, manufaktur, pariwisata, tenaga kesehatan, ekonomi digital dan migrant worker.
 
Lebih lanjut Yulius menerangkan, tantangan nasional dan global saat ini dapat dihadapi dengan SDM yang berkualitas dan memiliki daya saing. Berdasarkan data Sakernas, BPS (2018), hampir 57% angkatan kerja hanya sempat menempuh pendidikan SMP ke bawah.
 
“Sejalan dengan rendahnya kualitas angkatan kerja tersebut, data dari BPS menunjukkan terjadinya mismatch sekitar 50% (Sakernas, BPS, 2017) antara supply tenaga kerja yang dihasilkan oleh dunia pendidikan dengan demand kebutuhan industri,” tegas Yulius.
 
Penyusunan kurikulum dan modul ToT, tambah Yulius, dilakukan bersama-sama SMK, BLK dan Industri sebagai pengguna lulusan pendidikan vokasi. Keterlibatan Industri bertujuan untuk menyiapkan tenaga kerja yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja.
 
“Proporsi ideal kurikulum, haruslah bobot praktek lebih besar dibandingkan teori, sekaligus juga disusun lokasi pembelajaran sebagai tempat kerja praktek di Industri, sehingga siswa lulusan SMK pilot project ini memiliki kompetensi yang dibutuhkan Industri,” pungkas Yulius.
 
Sebelumnya, Workshop pertama dan kedua telah selesai dilaksanakan. Pada workshop pertama untuk sektor Pariwisata dilaksanakan pada bulan Februari lalu, dengan 3 (tiga) kompetensi yaitu: fashion; usaha perjalanan wisata; dan kuliner.
 
Sedangkan pada workshop kedua pada bulan Maret yaitu sektor Agribisnis dengan 4 (empat) kompetensi yaitu: Kopi, Teh, Kakao, dan Sawit. Pada workshop tersebut, penyusunan kurikulum dan modul ToT untuk SMK dan BLK, dengan melibatkan seluruh stakeholder, seperti Industri mitra, SMK, dan Kementrerian Pendidikan dan Kebudayaan. 
 
Strategi Perbaikan Pendidikan dan Pelatihan Vokasi
 
Saat ini strategi perbaikan pendidikan dan pelatihan vokasi dilakukan melalui 5 (lima) hal, yaitu:
 
1. Mereformasi Lembaga Pendidikan dan Pelatihan.
a. Memperbaiki proses belajar, mengajar dengan cara:
-Membakukan standar & model kurikulum;
-Melakukan ToT tenaga pendidik produktif
b. Membakukan mekanisme akreditasi
 
2. Mengembangkan Berbagai Standar Kompetensi
a. Mengevaluasi standar kompetensi lama
b. Menyusun standar kompetensi baru
c. Menyempurnakan bisnis proses Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) mulai dari menyusun standar hingga sertifikasi
 
3. Membakukan Model Kerjasama Sarana & Prasarana Dengan Industri.
a. Menetapkan standar dan model bentuk kerjasama lembaga vokasi dan industri
b. Mengoptimalkan keterlibatan industri
 
4. Membakukan Mekanisme Pemagangan
a. Menetapkan template/model peran industri
b. ToT instruktur pemagangan/ pelatih tempat kerja
c. Menyusun standar pemagangan antara lain uang saku; waktu kerja; perjanjian kerjasama antara lembaga vokasi dan industri
 
5. Meningkatkan Pendanaan  & Koordinasi
a. Insentif pajak bagi Industri
b. Menyusun Skema Pendanaan Skill Development Fund& Unemployment Benefit
c. Membentuk komite vokasi
d. Menyusun informasi pasar kerja (online job plattform)
 
Setelah penyusunan kurikulum dan ToT ini selesai, dilanjutkan dengan mengadakan ToT bagi para guru di SMK dan instruktur di BLK, kemudian mempersiapkan penerimaan siswa baru, sehingga ditargetkan pada tahun ajaran baru 2019, kurikulum yang telah disusun dapat dijalankan. (aa/iqb)
Berita Terkaitrss
Informasi tidak ditemukan
Ekonomi Kreatif, Kewirausahaan, Daya Saing Koperasi dan Usaha Kecil dan MenengahLainnyarss
Informasi tidak ditemukan
Berita TerbaruLainnyarss
Informasi tidak ditemukan