LainnyaGaleri Foto
LainnyaVideo
LainnyaLayanan Informasi

Laporan Keuangan Tahunan Kemenko Perekonomian 2016 (Audited)

14 Jun 2017 - 10:01Sebagaimana diamanatkan Undang-Undang Nomor 17 tahun 2003 tentang Keuangan Negara, dan Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2015 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2015 tentang Anggaran...


The 10th IMT-GT Strategic Planning Meeting (SPM): Membangun Ekonomi Wilayah Sumatera melalui Visi dan Cetak Biru Kerja Sama IMT-GT yang baru
Kamis, 16 Maret 2017 - 14:35
The 10th IMT-GT Strategic Planning Meeting (SPM): Membangun Ekonomi Wilayah Sumatera melalui Visi dan Cetak Biru Kerja Sama IMT-GT yang baru
Sumber gambar : ekon.go.id
Bangkok, 14 Maret 2017.  Pertemuan Strategic Planning Meeting (SPM) Kerja Sama Ekonomi Sub Regional Indonesia-Malaysia-Thailand Growth Triangle (IMT-GT) yang berlangsung tanggal 13 – 14 Maret 2017 di Bangkok, Thailand, menjadi pertemuan yang penting dan spesial  bagi IMT-GT karena telah berhasil menyepakati dokumen perencanaan IMT-GT Vision 2036 dan Implementation Blueprint 2017-2021 yang rencananya akan disahkan oleh para Kepala Negara pada Pertemuan KTT IMT-GT Ke-10, 29 April 2017, bersamaan dengan KTT ASEAN ke-30 di Manila, Filipina.  Pembahasan juga mencakup Physical Connectivity Projects (PCPs) yang akan dikerjasamakan oleh ketiga negara anggota tersebut.  Indonesia mengusulkan 16 proyek dalam PCPs dengan nilai US$ 15,27 Milyar yang mendukung pengembangan dan pembangunan wilayah perbatasan melalui peningkatan konektivitas darat, laut dan udara termasuk juga isu lingkungan yang akan dilaksanakan di wilayah Sumatera.
 
Raldi Hendro Koestoer, Staf Ahli Menko Perekonomian Bidang Hubungan Ekonomi, Pembangunan Manusia dan Kebudayaan,selaku ketua Delegasi RI pada pertemuan tersebut menyampaikan bahwa “Komunikasi dan koordinasi yang baik antara working group, pemerintah daerah dan juga dukungan sektor swasta (Joint Business Council) akan mampu meningkatkan implementasi proyek yang sudah disepakati dalam kerja sama IMT-GT”.
 
Salah satu proyek yang diangkat adalah konektivitas laut RoRo rute Melaka-Dumai.  “Proyek ini akan memberikan manfaat bagi kedua belah pihak, maka perlu didorong kembali untuk pembahasan supaya dapat segera terlaksana” lanjut Raldi Koestoer.  Menyambung hal tersebut, Netty Muharni, National Secretariat Indonesia menyatakan “Kita perlu membentuk Tim Task Force di kedua belah pihak untuk mempercepat realisasi RoRo Dumai-Malaka.  Hal ini berkaca pada pengalaman RoRo Bitung-Davao yang akan segera dilaunching pada tanggal 30 April 2017”.  Lebih lanjut, Netty Muharni mengharapkan dengan dibentuknya Tim Task Force maka proyek ini diharapkan dapat di-launching tahun depan.
 
Konektivitas menjadi satu hal yang sangat perlu dan sebagai pendukung untuk pencapaian kerja sama IMT-GT dimana berdasarkan pada Visi yang baru difokuskan pada 3 (tiga) sektor yaitu: Pariwisata, Pertanian dan Produk & Jasa Halal.  Untuk mewujudkan tujuan tersebut, maka disepakati ada 6 (enam) Kelompok Kerja/Working Group yaitu: 1) WG on Transport and ICT; 2) WG on Trade and Investment; 3) WG on Tourism; 4) WG on Halal Product and Services; 5) WG on Agriculture &Agro Based Industry; dan 6) WG on Human Resource Development. Masing-masing Kelompok Kerja menyusun Rencana Kerja dan usulan program maupun kegiatan yang akan dilaksanakan selama periode 2017-2021 dalam mendukung terwujudnya tujuan kerja sama IMT-GT.
 
Lebih dari 120 delegasi dari negara anggota IMT-GT yaitu Indonesia, Malaysia dan Thailandhadir dalam pertemuan tersebut.  Delegasi Indonesia terdiri dari perwakilan masing-masing kementerian/lembaga yang menjadi penanggung jawab dari Working Groups: Kemenko Perekonomian, Kemenhub, Kemendag, Kementan, Kemenaker, Kemenpar, Kemen PPN, Kemenlu, termasuk perwakilan dari pemerintah daerah yaitu: Aceh dan Sumatera Selatan.  Pada pertemuan ini juga terjadi pergantian keketuaan dalam WG dimana Indonesia akan menjadi Ketua pada WG on Infrastructure, ICT Connectivity (Kementerian Perhubungan dan Kementerian Kominfo) dan WG on Trade and Investment Facilitation (Kementerian Perdagangan dan BKPM) periode 2017-2021.
 
Pada kesempatan terakhir, Raldi Koerstoer menyampaikan pesan kepada seluruh Delegasi Indonesia “Terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkeja keras dalam pertemuan SPM ini, dan telah melalukan identifikasi proyek-proyek yang dimasukkan dalam Implementation Blueprint 2017-2021.  Tinggal ke depan kita juga perlu bekerja lebih keras lagi untuk dapat memanfaatkan kerja sama IMT-GT dan mengimplementasikan proyek-proyek tersebut sehingga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat”.
Berita Terkaitrss
Informasi tidak ditemukan
Kerjasama Ekonomi InternasionalLainnyarss
Informasi tidak ditemukan
Berita TerbaruLainnyarss
Informasi tidak ditemukan