LainnyaGaleri Foto
LainnyaVideo
LainnyaLayanan Informasi

Laporan Keuangan Tahunan Kemenko Perekonomian 2016 (Audited)

14 Jun 2017 - 10:01Sebagaimana diamanatkan Undang-Undang Nomor 17 tahun 2003 tentang Keuangan Negara, dan Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2015 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2015 tentang Anggaran...


Selangkah Menuju Pembukaan Rute Bitung-Davao-General Santos dalam Mewujudkan Bitung sebagai Hub Internasional Wilayah Indonesia Timur
Kamis, 16 Maret 2017 - 04:44
Selangkah Menuju Pembukaan Rute Bitung-Davao-General Santos dalam Mewujudkan Bitung sebagai Hub Internasional Wilayah Indonesia Timur
Sumber gambar : ekon.go.id
Manila, 16 Maret 2017 - Guna mendukung implementasi konektivitas antara ndonesia dan Filipina khususnya di Wilayah Timur Indonesia, Tim Task Force kedua negara telah bertemu untuk kedua kalinya membicarakan persiapan dan kesiapan kedua negara dalam implementasi roro Bitung-Davao/Gensan. 
 
Asisten Deputi Kerjasama Ekonomi Regional dan Sub Regional Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Netty Muharni sekaligus Ketua Tim Task Force Indonesia menyampaikan implementasi proyek RoRo ini punya arti penting bagi Indonesia.
 
"Selain akan terciptanya rute perdagangan dan pelayaran baru juga akan mendukung program prioritas dari Bapak Presiden untuk menjadikan Bitung sebagai hub internasional”, ujar Netty dalam The 2nd Bitung-Davao/Gensan RoRo Task Force Meeting, Rabu (15/3), di Manila, Filipina. 
 
Kesiapan dari kapal yang akan digunakan beserta dengan perizinannya menjadi topik pembahasan utama disamping pembahasan kesiapan komoditi yang akan diperdagangkan pada pertemuan yang diadakan di Kantor Otoritas Pelabuhan Filipina.
 
“Syarat utama implementasi proyek ini ada dua yaitu kapal yang akan menjalankan rute ini. Kedua ada barang yang diangkut dan diperdagangkan.  Kedua hal itulah yang kami bahas pada pertemuan ini agar RoRo ini menjadi kenyataan tidak hanya sekedar wacana lagi”, lanjut Netty.
 
Komoditas barang yang akan diperdagangan antara kedua negara menjadi isu yang sangat penting mengingat kedua negara mempunyai kemiripan budaya dan komoditi sehingga perlu untuk melakukan koordinasi terkait barang-barang yang diangkut oleh kapal tersebut.
 
Filipina sudah memberikan daftar barang yang akan dibawa ke Bitung pada pertemuan Task Force yang pertama yang berlangsung tanggal 17-19 Januari lalu di Indonesia.
 
“Kami sudah menerima daftar barang yang akan di ekspor impor oleh Filipina, dan saat ini kami sedang melakukan koordinasi dengan instansi terkait baik itu Kemendag, Kementan, Kementerian KKP, dan lainnya untuk bisa atau tidaknya barang-barang itu masuk ke Bitung” kata Netty.
 
Tim Task Force yang dibentuk khusus untuk mengawal implementasi pelaksanaan RoRo ini beranggotakan beberapa kementerian teknis dan juga menggandeng KADIN untuk dapat mengisi rute perdagangan Bitung-Davao/Gensan ini. “Pengusaha adalah bagian terpenting yang akan menghidupkan RoRo ini, dan kami bersyukur KADIN memberikan respon positif untuk rencana pembukaan jalur ini” lanjutnya.
 
Dalam kesempatan ini, Filipina memberikan indikasi baru bahwa mereka akan menjual tepung terigu ke Indonesia melalui Bitung sekaligus minta kita untuk memenuhi kebutuhan akan semen di Davao.  Hal ini merupakan sebuah peluang yang sangat bagus, untuk itu perlu segera dicarikan pengusaha eksportir dan importir yang memenuhi permintaan terhadap komoditas tersebut. 
 
Rencananya kapal yang akan digunakan adalah jenis Super Shuttle RoRo 12 dengan kapasitas 500 Teus yang dioperasikan oleh ASEAN Maritime Transportation Corportaion (AMTC), salah satu perusahan pelayaran dari Filipina. Tim Task Force Indonesia diberikan kesempatan untuk melakukan inspeksi terhadap kapal tersebut untuk melihat layak atau tidaknya kapal tersebut berlabuh di pelabuhan Bitung. 
 
“Kami sudah melakukan inspeksi kapal tersebut, dan dari spesifikasi dan hasil inspeksi lapangan kapal tersebut dapat berlabuh di Bitung, untuk dermaga yang akan digunakan untuk berlabuh adalah Dermaga IV, Bitung” ungkap Captain Ferdinan Pandelaki dari KSOP Bitung yang melakukan inspeksi kapal secara langsung.
 
Dengan kerja sama antara pemerintah pusat dan daerah dan dukungan dari para pengusaha khususnya KADIN, diharapkan RoRo ini dapat terimplementasi sesuai rencana dan dapat di launching oleh Presiden tanggal 30 April 2017 di Davao, Filipina sehari setelah dilaksanakan KTT BIMP-EAGA ke-12. 
 
"Kami berharap rencana lanuching tanggal 30 April 2017 berjalan lancar dan sesuai rencana, kami juga berharap setelah launching para pengusaha dapat memanfaatkan jalur perdagangan ini” tutup Netty. 
Kerjasama Ekonomi InternasionalLainnyarss
Informasi tidak ditemukan
Berita TerbaruLainnyarss
Informasi tidak ditemukan