Program Pemerataan Sasar Petani Kecil
Minggu, 12 Februari 2017 - 21:01
Program Pemerataan Sasar Petani Kecil
Sumber gambar : ekon.go.id
Lombok – Pemerintah menyatakan masalah lahan menjadi fokus perhatian pemerintah dalam program pemerataan. Hal ini karena dalam mengurangi kesenjangan sosial, masalah ketimpangan lahan menjadi tantangan yang paling utama dan harus segera diselesaikan.
 
“Di Jawa, lahan sudah susah tetapi sebenarnya di kawasan Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur sampai Maluku masih ada. Namun masyarakat tidak bisa mengolahnya kalau dengan tenaganya sendiri-sendiri,” kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution saat mengunjungi Kelompok Peternakan Sapi di Sembung Barat, Lombok, Minggu (12/2).
 
Kebijakan ini menyoroti masyarakat berpenghasilan rendah tidak cukup kalau hanya diberikan kesempatan, tetapi juga perlu modal. Rencananya program pemerataan akan mulai dijalankan pertengahan tahun ini secara terbatas dan berkerja penuh mulai 2018.
 
Dirinya menjelaskan, pemerintah tidak akan membagi-bagikan lahan begitu saja, tetapi melalui pendekatan kluster. Lahan yang ada akan diprioritaskan kepada petani yang tidak mempunyai lahan atau lahan kecil. Disamping itu, petani diharapkan untuk patuh pada azas lahan pertanian berkelanjutan.
 
“Kita akan meminta kepada petaninya, patuh untuk lahan berkelanjutan dan tidak menjualnya ke pihak lain seperti pengembang perumahan. Karena sayang nanti pemerintah sudah bangun irigiasi tapi tidak ada sawahnya,” ungkap Darmin.
 
Kedepannya pemerintah menginginkan komoditas pangan bisa dipenuhi dalam negeri. Oleh karenanya, program pemerataan diharapkan dapat sejalan dengan target swasembada pangan di tahun 2019.
 
“Sekarang, stok beras kita hampir cukup kalau terpaksa impor hanya untuk berjaga tapi  jumlahnya tidak banyak. Kalau jagung, kita masih perlu impor 3 juta ton. Begitu juga gula, impor setahun di atas 3 juta ton,” tambah Darmin.
 
Dari sisi permodalan, pemerintah sudah siapkan program kredit usaha rakyat (KUR) untuk membantu petani. Tahun 2017, total alokasi untuk sektor pertanian, peternakan, kehutanan dan perikanan sebanyak 40% atau Rp44 triliun dari Rp110 triliun dana KUR yang digelontorkan. (ekon) 
Pangan dan PertanianLainnyarss
Informasi tidak ditemukan
Berita TerbaruLainnyarss
Informasi tidak ditemukan