LainnyaGaleri Foto
LainnyaVideo
LainnyaLayanan Informasi

Laporan Keuangan Tahunan Kemenko Perekonomian 2016 (Audited)

14 Jun 2017 - 10:01Sebagaimana diamanatkan Undang-Undang Nomor 17 tahun 2003 tentang Keuangan Negara, dan Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2015 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2015 tentang Anggaran...


Pengembangan dan Pemanfaatan Teknologi dalam Mendukung Ekonomi Kreatif
Senin, 09 Oktober 2017 - 15:13
Pengembangan dan Pemanfaatan Teknologi dalam Mendukung Ekonomi Kreatif
Sumber gambar : ekon.go.id
Bandung - Kemajuan di era informasi dan teknologi membuat pertumbuhan ekonomi di Indonesia tidak hanya bergantung pada industri ekstraktif. Keadaan ini justru menuntut para pelaku ekonomi untuk lebih terbuka melihat berbagai peluang kesempatan dalam meningkatkan angka pertumbuhan negara, salah satunya melalui industri berbasis kreativitas, inovasi, dan teknologi.
 
“Kita harus terbuka dan pandai menangkap sektor alternatif dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi negara, salah satunya melalui industri berbasis brainware yang didalamnya adalah industri kreatif dan industri digital”, ungkap Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Kreatif, Kewirausahaan, dan Daya Saing Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Rudy Salahuddin pada acara 4th Bandung Creative Movement International Conference on Creative Industries, Senin (9/10), di Bandung.
 
Selama ini perkembangan ekonomi kreatif berkembang dengan pesat. Berdasarkan survei yang dilakukan Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) dan Badan Pusat Statistik (BPS), terjadi peningkatan besaran PDB Ekonomi Kreatif di tahun 2014 sebesar Rp 784, 82 Triliun menjadi Rp 852, 24 Triliun dengan kontribusi sebesar 7,38% terhadap PDB nasional di tahun 2015. Angka pertumbuhan tersebut diperkirakan akan terus meningkat hingga mencapai 12% di tahun 2019. Disisi lain, sektor digital juga menunjukkan perubahan signifikan dimana pengguna internet telah mencapai 51,8% dari total penduduk Indonesia.
 
Untuk itu pemerintah terus mendukung pengembangan dan pemanfaatan teknologi dalam mendukung ekonomi kreatif. Komitmen ini terbukti sejak dikeluarkannya Peraturan Presiden Nomor 74 Tahun 2017 tentang Peta Jalan Sistem Perdagangan Nasional Berbasis Elektronik (Road Map E-Commerce) Tahun 2017-2019 yang mulai diberlakukan sejak tanggal 3 Agustus 2017.
 
Kendati demikian pelaksanaan e-commerce belum berjalan mulus, melainkan terdapat keterbatasan kemampuan UMKM untuk memanfaatkan peluang digital. Tingginya transaksi e-commerce yang diperkirakan mencapai USD 130 miliar di tahun 2020 tidak disertai dengan adanya peran serta UMKM lokal di Indonesia.
 
“Market place e-commerce Indonesia masih didominasi produk asing dan kehadiran UMKM lokal sebagai makers atau produsen hanya sekitar 5%-7% dari total merchant”, tegas Rudy.
 
Maka diperlukan peran aktif dari pelaku usaha kreatif, khususnya para makers di bidang ekonomi kreatif untuk semakin berkarya dan berinovasi, salah satunya dengan memanfaatkan teknologi e-commerce.
 
Melalui tema acara “Role of Art, Design, and Technology in the Society”, Kemenko Perekonomian bekerjasama dengan Fakultas Industri Kreatif Telkom University menyelenggarakan konferensi ini sebagai sarana diseminasi ilmu pengetahuan dan kebijakan pemerintah dalam mendiskusikan perkembangan industri kreatif khususnya di bidang seni rupa dan desain beserta kaitannya dengan pemanfaatan teknologi bagi masyarakat.
 
“Adanya acara ini diharapkan mampu mengangkat peran industri kreatif pada pertumbuhan ekonomi nasional sekaligus mendukung Bandung sebagai salah satu kota kreatif di Indonesia, khususnya dalam hal desain”, ujar Dekan Fakultas Industri Kreatif Telkom University, Agus Achmad Suhendra.
 
Selain itu juga diharapkan terwujudnya pemahaman dan kerjasama dari semua pihak baik pemerintah, pelaku bisnis, akademisi, dan masyarakat untuk bersama-sama mendorong kontribusi sektor kreatif dan digital yang signifikan dalam perekonomian nasional. (ekon)
Berita Terkaitrss
Informasi tidak ditemukan
Ekonomi Kreatif, Kewirausahaan, Daya Saing Koperasi dan Usaha Kecil dan MenengahLainnyarss
Informasi tidak ditemukan
Berita TerbaruLainnyarss
Informasi tidak ditemukan