Pemerintah Dorong Peningkatan Nilai Tambah Batubara Guna Perkuat Ketahanan Energi Nasional
Selasa, 21 Mei 2019 - 20:04
Pemerintah Dorong Peningkatan Nilai Tambah Batubara Guna Perkuat Ketahanan Energi Nasional
Sumber gambar : ekon.go.id
Pemerintah terus berupaya meningkatkan nilai tambah hasil pertambangan di dalam negeri dengan mendorong hilirisasi batubara sampai dengan Dimethil Ether (DME). DME ini berpotensi menjadi substitusi maupun campuran Liquefied Petroleum Gas (LPG) karena memiliki karakter yang hampir sama. Teknologinya pun telah banyak dikembangkan di beberapa negara seperti Jepang, China, Korea dan Iran serta lebih ramah terhadap lingkungan.
 
Sejalan dengan hal tersebut, Pemerintah pun juga mengupayakan pengurangan impor LPG. Pasalnya, kebutuhan LPG di Indonesia sangat tinggi, rata-rata LPG yang dibutuhkan dalam satu tahun sebesar 7 juta ton dan terus meningkat. Bahkan berdasarkan dokumen Rencana Umum Energi Nasional (RUEN) kebutuhan LPG pada 2025 akan mencapai 9,5 juta ton.
 
“Kebutuhan LPG yang tinggi ini, belum bisa diimbangi dengan kemampuan produksi LPG dalam negeri. Untuk itu, kita harus cari solusinya,” ujar Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan Energi, Sumber Daya Alam, dan Lingkungan Hidup Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Montty Girianna dalam workshop percepatan pembangunan pabrik hilirisasi batubara untuk industri petrokimia, Selasa (21/5) di Palembang.
 
Montty Girianna menjelaskan bahwa PT Bukit Asam telah menginisiasi 2 (dua) proyek hilirisasi batubara di Tanjung Enim, Provinsi Sumatera Selatan dan Peranap, Provinsi Riau. Kedua proyek ini direncanakan akan berkapasitas 570 KTA (Kilo Ton Anually) urea, 400 KTA DME dan 450 KTA Polypropelene untuk yang di Tanjung Enim dan kapasitas 1400 KTA DME untuk yang di Peranap.
 
“Mengingat kebutuhan pendanaan yang cukup besar, untuk dapat mewujudkan proyek gasifikasi batubara ini, diperlukan dukungan dari berbagai pihak, terutama pemerintah pusat dan daerah melalui insentif fiskal maupun non fiskal,” lanjut Montty.
 
Melalui workshop ini pula, Montty mengharapkan semua pihak terkait dapat lebih fokus pada substansi yang menjadi tugas dan fungsi masing-masing. Hal ini untuk mewujudkan percepatan pembangunan pabrik gasifikasi batubara sehingga proyek ini dapat berjalan sesuai dengan tahapan yang telah ditetapkan.
 
“Terakhir, besar harapan kami proyek ini segera terealisasi sehingga dapat meningkatkan kapasitas industri dalam negeri untuk mencukupi kebutuhan LPG, pupuk urea dan polypropyelene,” pungkas Montty. (idc/iqb)
 
***
Berita Terkaitrss
Informasi tidak ditemukan
Pengelolaan Energi, Sumber Daya Alam, dan Lingkungan HidupLainnyarss
Informasi tidak ditemukan
Berita TerbaruLainnyarss
Informasi tidak ditemukan