Pemerintah Akan Fokus Pada Investasi, Ekspor, dan Vokasi
Selasa, 13 Maret 2018 - 11:55
Pemerintah Akan Fokus Pada Investasi, Ekspor, dan Vokasi
Sumber gambar : ekon.go.id
Yogyakarta – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution menyebut ada 3 (tiga) faktor utama untuk mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia. Tiga faktor tersebut adalah investasi, ekspor, dan vokasi.
 
“Selain itu, ada juga faktor pendukung investasi yaitu insentif perpajakan dan penyederhanaan perizinan,” ujar Menko Darmin saat memberikan sambutan dalam acara Konsolidasi Perencanaan dan Pelaksanaan Penanaman Modal Nasional (KP3MN), Selasa (13/3).
 
Senada dengan hal tersebut, Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Lembong menerangkan bahwa salah satu tolak ukur dari daya saing suatu negara adalah ekspor. Untuk menggenjot ekspor, berarti harus menggenjot investasi.
 
“Hulu dari ekspor adalah investasi. Kuncinya ada di tangan kita, para pejabat yang bertanggung jawab untuk membenahi iklim investasi,” kata Tom Lembong.
 
Untuk itu, pemerintah tengah menyiapkan terobosan besar dalam hal penyederhanaan perizinan dengan mempercepat implementasi Peraturan Presiden Nomor 91 Tahun 2017.
 
Darmin menekankan, perubahan paradigma birokrasi dari yang tadinya “penguasa dan birokrat” menjadi “pelayan masyarakat” merupakan tanggung jawab bersama. Poin pertama adalah pengawalan proses perizinan oleh Satuan Tugas Percepatan Pelaksanaan Berusaha. Kedua, perizinan hanya melalui Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) sebagai front line. Ketiga, adanya standar perizinan. Keempat, pelayanan perizinan yang terintegrasi secara elektronik.
 
“Untuk membenahi iklim investasi, kita harus melayani investor dengan baik. Di era globalisasi dan teknologi seperti saat ini, kita yang harus proaktif mencari investor dan kita sederhanakan proses perizinannya,” kata Kepala BKPM mengamini pernyataan Menko Perekonomian.
 
Adapun mengenai perkembangan pembentukan Satgas Percepatan Pelaksanaan Berusaha per 8 Maret 2018 adalah sebagai berikut
 
1. Provinsi mencapai 88% (30 dari 34 provinsi),
2. Kabupaten/Kota mencapai 43% (220 dari 514 kabupaten/kota,
3. Provinsi dengan Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten/Kotayang telah lengkap membentuk Satgas, yaitu: DI Yogyakarta, Riau, Jambi, Babel, Bengkulu, Gorontalo, Sumatera Selatan, dan Sumatera Barat.
 
Menko Perekonomian juga menggarisbawahi bahwa sebetulnya perekonomian Indonesia tumbuh positif. Pada periode 2014-2016, di tengah perlambatan ekonomi global, pelemahan harga komoditas, dan kondisi geopolitik yang belum kondusif, ekonomi Indonesia mampu tumbuh rata-rata 5,0 persen per tahun dan berlanjut pada tahun 2017 tumbuh 5,07 persen.
 
“Kualitas pertumbuhannya pun baik karena diiringi dengan tingkat pengangguran dan kemiskinan yang turun, serta distribusi pendapatan yang naik. Itu adalah kombinasi yang sulit untuk diwujudkan,” sambungnya.
 
Sementara untuk 2018, pertumbuhan ekonomi Indonesia diperkirakan mencapai 5,4% seiring pertumbuhan investasi dan volume perdagangan global yang meningkat. (ekon)
 
***
 
Kepala Bagian Hubungan Masyarakat Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian
Hermin Esti Setyowati
 
email: humas.ekon@gmail.com
twitter: @perekonomianRI 
website: www.ekon.go.id
 
 

 

Berita Terkaitrss
Informasi tidak ditemukan
Perniagaan dan IndustriLainnyarss
Informasi tidak ditemukan
Berita TerbaruLainnyarss
Informasi tidak ditemukan