Masuki 25 tahun Perjalanannya, IMT-GT Kian Optimistis Hadapi Persaingan ke Depan
Sabtu, 29 September 2018 - 17:58
Masuki 25 tahun Perjalanannya, IMT-GT Kian Optimistis Hadapi Persaingan ke Depan
Sumber gambar : ekon.go.id
Di tahun 2018 ini, Indonesia-Malaysia-Thailand Growth Triangle (IMT-GT) merayakan ulang tahun yang ke-25 dengan berbagai capaian positif di berbagai sektor. Pencapaian tersebut sejalan dengan visi Integrated, Innovative, Inclusive and Sustainable sub region by 2036 yang telah ditetapkan sebelumnya. 
 
Menurut Deputi Bidang Kerjasama Ekonomi Internasional Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Rizal Affandi Lukman yang memimpin Delegasi RI, perkembangan ekonomi global yang cukup dinamis perlu segera disikapi oleh IMT-GT dengan melakukan reviu dan menyusun langkah strategis yang melibatkan seluruh pemangku kepentingan.
 
“Saya percaya dengan potensi yang besar di IMT GT dan langkah strategis yang kita punya, maka kita akan siap menghadapi persaingan ke depan,” ujarnya saat pertemuan Tingkat Senior Official IMT-GT ke-25 yang dilaksanakan pada tanggal 29 September 2018 di Melaka, Malaysia. 
 
Lebih lanjut ia menjelaskan beberapa capaian penting IMT-GT selama satu tahun terakhir di bawah keketuaan Indonesia antara lain: penyelesaian proyek yang masuk dalam proyek konektivitas prioritas seperti operasionalisasi LRT di Palembang, penyelesaian revisi MoU on Air Linkages, penyelesaian Sustainable Urban Development Framework (SUDF), serta pelaksanaan IMT-GT dan BIMP-EAGA Trade Fair ke-4.
 
Memorandum of Understanding (MoU) on Air Linkages yang mengatur kerja sama penerbangan udara juga akan ditandatangani pada November 2018 oleh Menteri Perhubungan. MoU tersebut menetapkan 5 (lima) bandara di Indonesia yang akan menjadi pintu masuk langsung dalam kerjasama IMT GT yaitu: Banda Aceh, Medan, Padang, Silangit, dan Tanjung Pandan.
 
“Diharapkan akan dibuka rute-rute baru penerbangan langsung antar tiga negara untuk meningkatkan kunjungan wisatawan,”ucap Rizal.
 
IMT-GT saat ini juga menaruh perhatian lebih terhadap Pembangunan Kota Berkelanjutan dengan disusunnya Sustainable Urban Development Forum (SUDF) sebagai perluasan inisiatif Pembangunan Kota Hijau. 
 
“Dalam SUDF kita akan memprioritaskan pada 6 sektor yaitu: transportasi, energi, pengelolaan sampah padat, pengelolaan sampah cair, ketersediaan air bersih dan lingkungan,” terangnya.
 
Masing-masing kota yang ingin berpartisipasi dalam inisiatif tersebut perlu menentukan sektor prioritas yang akan dikerjakan dan mengikuti langkah yang perlu dilakukan.  Pada kesempatan akhir, Rizal berharapkota-kota yang ada dapat berpartisipasi dan mengimplementasikan rencana aksi yang sudah disepakati.
 
“Kita perlu kerjasama yang lebih erat antara pemerintah dan sektor swasta untuk memberikan manfaat bagi masyarakat di daerah. Selain itu, pemerintah perlu memberikan insentif bagi para pengusaha yang melakukan bisnis di wilayah IMT-GT,” pungkas Rizal.
 
IMT-GT merupakan kerangka kerjasama ekonomi sub regional yang ditujukan untuk meningkatkan kesejahteraan dan pertumbuhan ekonomi masyarakat di daerah perbatasan ketiga negara anggotanya. Wilayah Indonesia yang menjadi bagian dari kerja sama IMT-GT adalah provinsi-provinsi: Aceh, Bangka-Belitung, Bengkulu, Jambi, Lampung, Sumatera Selatan, Riau, Kepulauan Riau, Sumatera Utara dan Sumatera Barat. (ekon)
Berita Terkaitrss
Informasi tidak ditemukan
Kerjasama Ekonomi InternasionalLainnyarss
Informasi tidak ditemukan
Berita TerbaruLainnyarss
Informasi tidak ditemukan