LainnyaGaleri Foto
LainnyaVideo
LainnyaLayanan Informasi

Laporan Keuangan Tahunan Kemenko Perekonomian 2016 (Audited)

14 Jun 2017 - 10:01Sebagaimana diamanatkan Undang-Undang Nomor 17 tahun 2003 tentang Keuangan Negara, dan Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2015 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2015 tentang Anggaran...


Logistik Perkotaan sebagai Pilar Penting Pertumbuhan Indonesia
Rabu, 15 Maret 2017 - 13:14
Logistik Perkotaan sebagai Pilar Penting Pertumbuhan Indonesia
Sumber gambar : ekon.go.id
Logistik perkotaan merupakan salah satu pilar penting bagi pertumbuhan Indonesia. Logistik dan e-commerce merupakan dua hal yang tidak bisa dipisahkan. E-commerce adalah bagian dari logistik, karena logistik bukan hanya berkaitan dengan barang, melainkan juga menyangkut informasi. Sebaliknya, e-commerce adalah salah satu alat untuk mengefisienkan kegiatan logistik.
 
Deputi Bidang Koordinasi Perniagaan dan Industri Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Edy Putra Irawadi mengemukakan hal tersebut pada acara Urban Logistics and Land Transportation Management Workshop – Driving E-commerce Logistics Forward, pada hari Rabu (15/3) di Jakarta.
 
Acara ini diselenggarakan oleh Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian bekerja sama dengan National University of Singapore, dan didukung oleh Temasek Foundation International. Hadir pula dalam acara ini antara lain Direktur Eksekutif The Logistics Institute Asia Pasific National University of Singapore Robert de Souza, Direktur Utama PT Pos Indonesia Gilarsi Wahyu Setijono, Direktur Utama Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin, Direktur Operasi dan Sistem Informasi Pelindo II, Asisten Deputi Pengembangan Logistik Nasional Kemenko Perekonomian Erwin Raza, Kepala Subbidang Perdagangan Melalui Sistem Elektronik Kementerian Perdagangan Iriana Pramudyaningsih dll.
 
Gilarsi menunjukkan data tentang populasi dunia yang mulai bergerak menuju urban area. Tahun 2050, ada sekitar 199 juta dari lebih kurang 350 juta penduduk Indonesia akan berada dalam posisi di urban area. Untuk itu, logistik perkotaan merupakan isu konkret yang amat perlu menjadi perhatian.
 
“Urban logistics adalah isu masa depan yang konkret. Logistik sebagai sektor yang memberikan dukungan esensi terhadap kehidupan urban itu menjadi suatu yang sangat menantang yang kita hadapi sekarang. Ini adalah sesuatu yang harus dipahami dengan baik,” jelasnya.
 
Sementara pihak Kementerian Perdagangan menjelaskan ada 7 (tujuh) isu berkaitan dengan pertumbuhan digital. Isu tersebut antara lain meliputi pendanaan, perpajakan, perlindungan konsumen, keamanan cyber, infrastruktur komunikasi, logistik, pendidikan dan SDM.
 
Paket Kebijakan Ekonomi ke-1 hingga ke-14 juga banyak menyinggung mengenai hal-hal yang berkaitan dengan perbaikan logistik. Khususnya dalam Paket Kebijakan Ekonomi ke-14, pemerintah fokus pada peta jalan e-commerce.
 
“Dalam paket 14, pemerintah menyusun peta jalan logistik. Pemerintah menyusun suatu peta konektivitas, khususnya berkaitan dengan bagaimana kita memanfaatkan e-commerce,” kata Edy.
 
Ia pun menambahkan bahwa di Paket Kebijakan Ekonomi selanjutnya (Paket ke-15), pemerintah juga akan fokus pada logistik, untuk membuat suatu penyediaan barang dan harga barang lebih stabil.
 
Edy mengharapkan partisipasi dari seluruh stakeholder terkait, baik dalam hal pengetahuan, jaringan logistik, strategi logistik, dan infrastruktur, sebagai kunci untuk meningkatkan keunggulan kompetitif Indonesia.
 
“Saya mengharapkan kita semua bisa memberikan perhatian penuh terhadap isu logistik ini. Mudah-mudahan workshop hari ini bisa menghasilkan suatu rekomendasi konkret mengenai apa yang harus dilakukan oleh pemerintah,” harapnya.
 
Ke depan, juga akan diselenggarakan workshop tentang Urban Logistics and Land Transportation Management di Bandung, selama 3 (tiga) hari, pada tanggal 22-24 Mei 2017. (idc)
Berita Terkaitrss
Informasi tidak ditemukan
Perniagaan dan IndustriLainnyarss
Informasi tidak ditemukan
Berita TerbaruLainnyarss
Informasi tidak ditemukan