KTT IMT-GT ke-11: Tingkatkan Inklusifitas dan Manfaat Nyata bagi Rakyat
Minggu, 29 April 2018 - 12:34
KTT IMT-GT ke-11: Tingkatkan Inklusifitas dan Manfaat Nyata bagi Rakyat
Sumber gambar : ekon.go.id
Presiden Joko Widodo memimpin langsung delegasi Indonesia pada Konferensi Tingkat Tinggi Indonesia-Malaysia-Thailand Growth Triangle (KTT IMT-GT) ke-11. Bertempat di Singapura, KTT yang dilaksanakan pada 28 April 2018 kali ini diketuai oleh Perdana Menteri Thailand.  Tampak Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution beserta pejabat terkait dalam rombongan delegasi RI.
 
Memasuki 25 (dua puluh lima) tahun kerja sama sub regional antara Indonesia-Malaysia-Thailand tersebut, sejumlah capaian penting berhasil diraih. Tercatat, pertumbuhan ekonomi tahun 2016 di Kawasan IMT-GT mencapai angka 4,4 persen. Selain itu, GDP per kapita penduduk di wilayah IMT-GT mencatatkan nilai USD14.557 pada tahun 2016 dari sebelumnya USD11.508 pada tahun 2011.
 
Dari sisi konektivitas udara, jumlah bandara internasional di kawasan IMT-GT meningkat lebih dari tiga kali lipat, semula 9 (sembilan) bandara pada tahun 1995, berkembang menjadi 28 bandara internasional saat ini.
 
“Kita harus bersama-sama memastikan bahwa kerja sama ini dapat membawa manfaat konkret dan inklusif bagi rakyat kita juga bagi rakyat ASEAN,” tegas Presiden Joko Widodo saat KTT berlangsung.
 
Untuk mewujudkan manfaat konkret dan inklusif di kawasan IMT-GT tersebut, Presiden Joko Widodo menggagas 3 (tiga) langkah yang perlu diambil.
 
Pertama, dimulai dengan Pembangunan Infrastruktur melalui Physical Connectivity Projects (PCP) yang diyakini dapat memperlancar arus barang, jasa, dan penumpang. Secara khusus, presiden menyebutkan perlunya menjaga keberlangsungan konektivitas laut di wilayah IMT-GT, salah satunya rute Ro-Ro Dumai-Melaka.
 
Kedua, peningkatan sejumlah kerja sama di beberapa bidang prioritas. Dimulai dari agro-industri, mengingat kelapa sawit dan karet merupakan komoditas andalan Bersama. Selain itu sektor pariwisata juga perlu didorong di ketiga negara secara bersamaan, hingga pengembangan ekonomi digital yang mutlak dibutuhkan dalam era revolusi industri 4.0.
 
Ketiga, dengan melipatgandakan upaya peningkatan kapasitas sumber daya manusia guna menciptakan tenaga kerja terampil yang kompetitif dan mampu berkontribusi positif bagi kerja sama IMT-GT.
 
Dengan kata lain, ada 5 (lima) sektor prioritas yang diusung yaitu infrastruktur, agroindustri, pariwisata, ekonomi digital, dan pengembangan sumber daya manusia dalam konteks kerjasama IMT-GT. Malaysia dan Thailand menyambut baik usulan yang disampaikan Presiden Joko Widodo dan menganggap perlu untuk segera ditindaklanjuti.
 
Sebagai penutup, Presiden Jokowi juga mendorong penguatan profesionalitas dan kapasitas Center for IMT-GT Subregional Cooperation (CIMT), sebagai sekretariat bersama untuk memberikan kontribusi lebih terhadap pencapaian tujuan dari kerja sama ke depan.
 
Kerjasama IMT-GT ditetapkan sejak 1993 sebagai bentuk kerjasama subregional untuk peningkatan ekonomi kawasan di ketiga negara, meliputi Kawasan Sumatera (Indonesia), semenanjung Malaya (Malaysia), serta sebagian wilayah selatan Thailand. (ekon)
 

 

Berita Terkaitrss
Informasi tidak ditemukan
Kerjasama Ekonomi InternasionalLainnyarss
Informasi tidak ditemukan
Berita TerbaruLainnyarss
Informasi tidak ditemukan