KTT BIMP-EAGA ke-12: Dorong Konektivitas Proyek Infrastruktur Prioritas
Sabtu, 29 April 2017 - 15:51
KTT BIMP-EAGA ke-12: Dorong Konektivitas Proyek Infrastruktur Prioritas
Sumber gambar : ekon.go.id

Manila, 29 April 2017.  Presiden Joko Widodo menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Brunei Darusalam-Indonesia-Malaysia-Phillipinnes East ASEAN Growth Area (BIMP-EAGA) ke-12 pada tanggal 29 April 2017 di Philippines International Convention Center (PICC), Manila, Filipina. Dalam kesempatan itu Jokowi menyampaikan bahwa kerja sama sub regional BIMP-EAGA sangat penting karena “merupakan kerja sama yang konkret, menyentuh kepentingan masyarakat yang tinggal berdekatan dengan negara lain dan meratakan pembangunan yang tidak saja berada di sekitar ibu kota negara”.  Kerja sama ini juga “mendorong sinergi pemerintah pusat dan daerah serta mendukung penguatan ekonomi ASEAN” lanjut Jokowi. 

Banyak capaian secara ekonomi yang telah dibukukan oleh kerja sama BIMP-EAGA selama periode 2010-2015 secara rata-rata yang cukup menggembirakan seperti ekonomi yang tetap tumbuh rata-rata 6,4% per tahun, nilai perdagangan yang juga tumbuh rata-rata 1,2 % per tahun demikian juga dengan investasi yang tumbuh 31,4% secara rata-rata per tahunnya.

Pelaksanaan KTT BIMP-EAGA tahun 2017 ini mempunyai arti yang sangat penting mengingat Kepala Negara sepakat mengadopsi dokumen perencanaan baru untuk menggantikan Implementation Blueprint 2012-2016 yang sudah berakhir. Dokumen perencanaan tersebut adalah BIMP-EAGA Vision (BEV) 2025 dengan mengangkat visi: Resilient, Inclusive, Sustainable and Economically Competitive (R.I.S.E) BIMP-EAGA to narrowing development gap, untuk menciptakan sub-kawasan BIMP-EAGA sebagai daerah ekonomi yang tangguh, inklusif, berkelanjutan dan kompetitif secara ekonomi pada 2025 dengan fokus pada sektor pariwisata, pertanian dan perikanan serta industri yang berdaya saing.

Presiden Jokowi juga menegaskan “kita harus lebih serius memajukan kerja sama sub regional seperti BIMP-EAGA”.  Untuk mendukung hal tersebut, disepakati berbagai Proyek Infrastruktur Prioritas (PIPs) dengan nilai mencapai USD 21 milyar yang akan meningkatkan konektivitas kawasan ini hingga 2025.  Sebanyak 16 (enam belas) proyek senilai USD5,9 milyar berada di Indonesia meliputi pembangunan jalan, jembatan, terminal barang, pelabuhan, kelistrikan, fasilitas perdagangan serta pelestarian lingkungan. 

Proyek penting dalam kerangka kerja sama ini yang akan terimplementasi adalah peluncuran pelayaran Ro-Ro rute Davao/General Santos-Bitung. “Pada saat saya pelajari, arti Ro-Ro ini sangat penting dalam memajukan perdagangan, konektivitas dan pariwisata” tegas Jokowi.  Rute baru ini secara substansial akan mengurangi perjalanan laut dari 3-5 minggu menjadi rata-rata 2,5 hari.  Selain itu juga telah disepakati untuk membuka rute-rute penerbangan baru baik di wilayah BIMP-EAGA maupun diluar wilayah BIMP-EAGA.

Cakupan wilayah dalam forum kerja sama ekonomi sub regional adalah daerah perbatasan antara Indonesia dengan Negara Anggota lainnya baik darat maupun laut. Terdapat 15 provinsi di wilayah Kalimantan, Sulawesi, Maluku dan Papua yang masuk dalam kerangka kerja sama BIMP-EAGA.

 

Informasi Lebih Lanjut:
Kepala Bidang Kerja Sama Ekonomi APEC dan Sub Regional Kemenko Perekonomian
Tri Hidayatno
021 3521849
thidayatno@gmail.com
Kerjasama Ekonomi InternasionalLainnyarss
Informasi tidak ditemukan
Berita TerbaruLainnyarss
Informasi tidak ditemukan