Kemenko Perekonomian bersama World Bank mengadakan Working on Session Indonesia e-Commerce
Rabu, 06 Desember 2017 - 13:51
Kemenko Perekonomian bersama World Bank mengadakan Working on Session Indonesia e-Commerce
Sumber gambar : ekon.go.id
Jakarta - Seiring dengan perkembangan ekonomi digital, Pemerintah memiliki visi untuk menjadikan Indonesia sebagai negara ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara pada tahun 2020. Untuk mencapai visi ini, terdapat banyak peluang dan tantangan yang harus dikelola melalui strategi nasional yang tepat. Tanpa strategi yang komprehensif dan terintegrasi, dikhawatirkan akan terjadi disharmoni kebijakan dan peraturan baik sektoral maupun antar sektor, mengingat isu ekonomi digital bersifat cross cutting
 
Dengan memperhatikan kecepatan perkembangan teknologi, pemerintah harus mampu menyikapi  berbagai inovasi dan perubahan tersebut dengan bijak. Tanpa ada strategi yang komprehensif dan terintegrasi, dikhawatirkan disharmonisasi kebijakan dan peraturan baik sektoral maupun antar sektor. 
 
Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Kreatif, Kewirausahaan, dan Daya Saing Koperasi, dan Usaha Kecil Menengah Mohammad Rudi Salahuddin mengatakan, “Di satu sisi, kita harus terbuka terhadap inovasi, namun di sisi lain kita juga harus mengelola berbagai perubahan tersebut yang sering kali menimbulkan ketidakpastian dan bahkan bersifat destruktif”.
 
Kegiatan Working Session on Indonesia e-Commerce ini bertujuan untuk mendiskusikan arah kebijakan ekonomi digital dan e-commerce di Indonesia. Kegiatan ini terbagi menjadi 4 (empat) sesi panel diskusi dengan tema antara lain: 1) Kebijakan dan Strategi Pengembangan Ekonomi Digital, 2) Isu-isu Pengembangan e-Commerce, 3) Logistik, dan 4) Pembayaran. Acara ini menghadirkan sejumlah narasumber terkait yang memaparkan seputar penjelasan ekonomi digital dengan bidang masing-masing. 
 
Sesi panel dengan tema Kebijakan dan Strategi Pembayaran Ekonomi Digital menghadirkan Tenaga Ahli Senior Pengembangan Bisnis Sistem Perdagangan Nasional Berbasis Elektronik (SPNBE) Sofian Lusa sebagai moderator. Sementara itu, narasumber dengan tema tersebut adalah Asisten Deputi Pengembangan Ekonomi Kreatif, Kementerian Koordinator Bidan Perekonomian Mira Tayyiba, Direktur e-Business, Kementerian Komunikasi dan Informatika Azhar Hasyim, Direktur Energi, Telekomunikasi dan Informatika, Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional Rahmat Mardiana, dan perwakilan World Bank Amira Kasim.
 
Adapun sesi panel dengan tema Isu-isu Pengembangan e-Commerce menghadirkan Tenaga Ahli Bidang Perpajakan Erfin Hadiwaluyono sebagai moderator. Narasumber yang hadir adalah Kepala Bidang Kebijakan dan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) Badan Kebijakan Fiskal (BKF), Kementerian Keuangan Rustam Effendi, Kepala Seksi Multilateral III, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, Kementerian Keuangan Tonny Riduan, Tenaga Ahli Senior Bidang Perpajakan SPNBE Inayati, dan perwakilan World Bank Jaffar al-Rikabi/Frederico Gil Sander.
 
Sementara itu, sesi panel dengan tema Logistik menghadirkan Tenaga Ahli Senior Bidang Ekonomi Hadi Kuncuro dengan narasumber Asisten Deputi Logistik, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Erwin Raza, Tenaga Ahli Senior Bidang Logistik Zaldi Ilham Masita, dan perwakilan World Bank Daniel Van Tuijll. 
 
Terakhir, sesi panel dengan tema Pembayaran menghadirkan Tenaga Ahli Senior Bidang Inovasi Teknologi Indra Purnama sebagai moderator. Sementara itu, narasumber yang hadir pada sesi terakhir ini adalah Kepala Divis Pengaturan Sistem Pembayaran, Bank Indonesia Sally Marintan Hastati, dan perwakilan World Bank Isaku Endo. 
 
Di akhir sambutan, Rudi berharap kerjasama antara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian dengan World Bank terus berlanjut dalam rangka membangun perekonomian Indonesia di era digital. “Selain itu, kita perlu kerjasama dari semua pihak, baik pemerintah, pelaku bisnis, maupun masyarakat untuk menjadi pemain ekonomi digital terbesar secara global terutama Asia,” tutup Rudi. 
Ekonomi Kreatif, Kewirausahaan, Daya Saing Koperasi dan Usaha Kecil dan MenengahLainnyarss
Informasi tidak ditemukan
Berita TerbaruLainnyarss
Informasi tidak ditemukan