Kembangkan Ekonomi Syariah, Menko Perekonomian Dorong Sinergi Antara Perbankan dan Sektor Riil
Rabu, 25 Juli 2018 - 11:30
Kembangkan Ekonomi Syariah, Menko Perekonomian Dorong Sinergi Antara Perbankan dan Sektor Riil
Sumber gambar : ekon.go.id
Penduduk muslim di Indonesia yang mencapai 12,7% dari total populasi muslim di dunia dapat menjadi modal bagi Indonesia untuk menjadi pemain kunci dalam pengembangan ekonomi dan keuangan syariah skala global. Namun dengan potensi tersebut, Indonesia masih berkutat menjadi pasar ekonomi syariah semata. Padahal rentang potensi ekonomi syariah kini sangat beragam; dari sektor riil seperti makanan dan minuman halal, industri farmasi, pakaian muslim, hingga sektor keuangan syariah.
 
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution menuturkan, dari sisi pengeluaran konsumsi, nilai transaksi makanan halal global pada tahun 2016 mencapai US$ 1,2 triliun, atau mencapai 17% dari pengeluaran konsumsi makanan global.
 
“Dari sisi market size industri makanan dan minuman halal Indonesia sebesar US$ 169,7 miliar pada Tahun 2016 dan diproyeksikan akan mencapai US$ 1 triliun pada Tahun 2030. Namun demikian, dari besarnya potensi pasar global untuk makanan dan minuman halal tersebut, Indonesia hanya menjadi “konsumen” bukan sebagai “pelaku utama” pada pasar dimaksud,” terang Darmin saat memberikan Keynote Speech dalam Acara High Level Discussion, Indonesia: Menjadi Pusat Ekonomi Islam Dunia, Rabu (25/7), di Jakarta.
 
Demikian pula dengan industri farmasi dimana Indonesia termasuk 5 besar pasar konsumsi global untuk obat-obatan halal, dengan tingkat konsumsi US$ 5,7 miliar dan kosmetik halal dengan tingkat konsumsi US$ 3,7 miliar.
 
Selanjutnya, di sektor industri busana muslim, Indonesia menduduki peringkat ke-5 konsumsi busana muslim di dunia dengan tingkat konsumsi US$ 13,5 miliar. Namun sayangnya dari sisi produsen, Indonesia tidak termasuk dalam 5 besar negara pengekspor busana muslim terbesar dunia.
 
Lebih lanjut Darmin menjelaskan, dari sisi keuangan syariah, berdasarkan data OJK hingga 31 Mei 2018, total aset keuangan syariah (dengan tidak termasuk saham syariah) mencapai US$ 82,33 miliar.
 
“Pangsa pasar keuangan syariah tersebut terhadap keuangan nasional baru mencapai 8,38%. Masih kecilnya pangsa keuangan Syariah tersebut juga terlihat dari peranan Perbankan Syariah yang baru memiliki pangsa pasar terhadap Perbankan nasional sebesar 5,69%.
 
Oleh karena itu, dalam rangka meningkatkan market share ekonomi syariah di Indonesia, Darmin menghimbau agar Pemerintah, Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan, bersinergi dengan baik.
 
“Barangkali kalau kita bertahan keuangan bergerak sendiri – sendiri, sector riil sendiri, maka tidak mudah untuk menjadi dominan baik di dalam ekonomi syariah secara global, atau di dalam perekonomian Indonesia,” tutup Darmin. (ekon).
Berita Terkaitrss
Informasi tidak ditemukan
Ekonomi Makro dan KeuanganLainnyarss
Informasi tidak ditemukan
Berita TerbaruLainnyarss
Informasi tidak ditemukan