ASEAN Economic Community Council ke-17: Indonesia Serukan Kesiapan Hadapi Revolusi Industri 4.0
Selasa, 13 November 2018 - 00:45
ASEAN Economic Community Council ke-17: Indonesia Serukan Kesiapan Hadapi Revolusi Industri 4.0
Sumber gambar : ekon.go.id
Delegasi RI yang dipimpin Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita menghadiri pertemuan The ASEAN Economic Community (AEC) Council ke-17 yang diselenggarakan hari Senin (12/11) di Singapura. Deputi Bidang Koordinasi Kerja Sama Ekonomi Internasional Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Rizal Affandi Lukman pun turut mendampingi Menteri Perdagangan selaku alternate AEC Council Indonesia, berikut pejabat dari Kementerian Luar Negeri dan Kementerian Perdagangan.
 
Pertemuan yang dipimpin oleh Menteri Perdagangan dan Perindustrian Singapura, Chan Chun Sing dan dihadiri oleh AEC masing-masing negara Anggota ASEAN ini membahas 4 (empat) hal;
 
1. Kajian terhadap proses integrasi internal sesuai dengan kecepatan dan kedalaman kerja sama dengan mitra eksternal.
 
2. Pemanfaatan forum Joint Coordinating Meeting (JCM) untuk memfasilitasi pembahasan isu lintas pilar seperti Sustainable Development Goals (SDGs).
 
3. Dorongan bagi semua Pilar agar berpartisipasi aktif dalam pembahasan Revolusi Indutri 4.0.
 
4. Perlunya koordinasi yang bersifat lintas pilar untuk mengidentifikasi masalah yang muncul dan stakeholders yang sesuai
 
Selaku Chair AEC Council 2018, Chan Chun Sing melaporkan bahwa perekonomian ASEAN diperkirakan tumbuh 5,1% pada tahun 2018, melambat dibanding tahun 2017sebesar 5,3%.
 
“Perlambatan diprediksi terjadi seiring meningkatnya ketegangan perdagangan di antara mitra dagang utama, resiko capital outflows, dan volatilitas nilai tukar akibat normalisasi kebijakan moneter negara maju,” terangnya.
 
Untuk tahun 2017, nilai perdagangan barang ASEAN naik 15% mencapai USD 2,57 triliun dimana 22,9% merupakan perdagangan intra-ASEAN. Cina, Uni Eropa, dan AS merupakan tiga mitra dagang utama ASEAN.
 
Kemudian untuk aliran investasi FDI ke ASEAN tahun 2017 meningkat 11,6% menjadi USD 137 miliar dimana 19,4% merupakan investasi intra-ASEAN. Uni Eropa, Jepang, dan Cina merupakan tiga investor utama di ASEAN.
 
“ASEAN telah berkembang menjadi kawasan yang bersinar dan menjadi mesin pertumbuhan di kawasan Asia Tenggara,” ujar Chan Chun Sing.
 
Sementara Enggartiasto mengatakan, Indonesia menyambut baik datangnya era Revolusi Industri 4.0 (IR 4.0).  ASEAN telah menyelesaikan studi kesiapan negara anggotanya dalam menghadapi IR 4.0.
 
Adapun beberapa hal yang menunjukkan perbaikan integrasi ekonomi ASEAN adalah dengan di-endorse-nya ASEAN Core Principles on Good Regulatory Practices (GRP), ASEAN e-commerce, ASEAN Trade Agreement on Services (ATISA), amandemen ASEAN Trade in Goods (ATIGA) untuk implementasi ASEAN Wide Self Certification, amendment ASEAN Comprehensive Investment Area (ACIA), serta kerjasama dalam bidang energi.
 
Negosiasi Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP) juga mencatat banyak kemajuan dengan mencapai substansial progress. Penyelesaian negosiasi RCEP tersebut menjadi perhatian bersama negara anggota ASEAN.
 
AEC Council pun mencatat perkembangan Economic Priority Deliverables yang cukup signifikan dalam mengembangkan konektivitas regional, sehingga aktivitas ekonomi terus berlangsung dan peluang di bidang e-commerce dan ekonomi digital meningkat.
 
5 kunci utama (key trust) dari prioritas tersebut yakni :
 
1. Mendorong inovasi dan e-commerce melalui: ASEAN Agreement on e-commerce, ASEAN Digital Integration Framework dan ASEAN Innovation Network. ASEAN e-commerce telah ditandatatangani oleh AEM pada 12 November 2018.
 
2. Meningkatkan fasilitasi perdagangan melalui: ASEAN Wide Self Certification (AWSC), ASEAN Single Window (ASW) dan Path finder on ASEAN-wide Mutual Recognition Arrangement(MRA) for Authorised Economic Operators (AEO) Programmes.
 
3. Memperdalam integrasi sektor jasa dan investasi melalui: finalisasi ke-10 Paket ASEAN Framework Agrement on Services (AFAS), ASEAN Trade in Services Agreement (ATISA), peningkatan pemanfaatan ASEAN Comprehensive Investment Agreement (ACIA), dan adopsi ASEAN Declaration on Cruise Tourism (ADCT).
 
4. Menciptakan kebijakan lingkungan yang kondusif melalui: peningkatan kerjasama perdagangan Liquefied Natural Gas (LNG) di ASEAN, penandatanganan MoU dengan International Renewable Energy Agency (IRENA), pengembangan ASEAN Green Building Code, dan penetapan Framework for Capacity Building Hub for Energy.
 
5. ASEAN telah berkembang dan solid dalam perekonomian.  Banyak negara maupun Blok Perdagangan yang tertarik bekerjasama dengan ASEAN termasuk Eurasia Economic Commission (ECC).  ASEAN juga menyambut baik dalam kerjasama ASEAN Plus Three (APT) dengan endorsement Workplan 2019-2020;
 
Pertemuan ini juga membahas perkembangan Sekretariat ASEAN di Jakarta, dimana bangunan gedung yang baru akan dapat digunakan mulai Januari 2019. (ekon)
Berita Terkaitrss
Informasi tidak ditemukan
Kerjasama Ekonomi InternasionalLainnyarss
Informasi tidak ditemukan
Berita TerbaruLainnyarss
Informasi tidak ditemukan