Tantangan dan Prospek Perdagangan 2017

Tantangan dan Prospek Perdagangan 2017
Jakarta – Meski berada dalam arus perlambatan ekonomi global, pemerintah terus mengembangkan produk sumber daya alam (SDA) negara. Terbukti perekonomian Indonesia mampu tumbuh mencapai 5,02% secara kumulatif sampai dengan triwulan IV Tahun 2016.  Inflasi terkendali dalam rentang target.
“Pertumbuhan meski naik tidak terlalu besar, tapi kualitasnya membaik,” ujar Menko Perekonomian Darmin Nasution saat membuka Rapat Kerja Kementerian Perdagangan: Tantangan dan Prospek Perdagangan 2017 di Jakarta (21/2).
Dari sisi perdagangan, Menko Perekonomian menekankan perlu adanya identifikasi produk dan pencarian market baru sehingga negara tidak hanya fokus pada komoditas ekspor utama. Dengan ini, diharapkan mampu melakukan diversifikasi pasar ekspor ke negara-negara konvensional tujuan ekspor.
Terkait perdagangan dalam negeri, beberapa komoditas pangan mengalami fluktuasi harga yang mempengaruhi stabilisasi harga kebutuhan pokok dan tingkat inflasi. Untuk itu, pemerintah terus membangun kebersamaan peningkatan perdagangan dengan membangun jaringan promosi ekonomi Indonesia antar sektor, daerah, dan perwakilan luar negeri, meningkatkan promosi wisata, ekspor, dan investasi daerah, membangun konektivitas barang, menjaga kecukupan barang dan stabilisasi harga, serta meningkatkan efisiensi dan tertib perdagangan. (ekon)
Selasa, 21 Februari 2017 - 14:00
https://www.ekon.go.id/berita/view/tantangan-dan-prospek.3158.html