Hadapi Gejolak Ekonomi Global, Pemerintah Dorong Ekonomi Tetap Tumbuh Stabil

Hadapi Gejolak Ekonomi Global, Pemerintah Dorong Ekonomi Tetap Tumbuh Stabil
Pemerintah tetap mendorong perekonomian nasional untuk bergerak maju di tengah ketidakpastian global. Upaya penguatan diambil melalui sejumlah kebijakan ekonomi, fiskal, maupun moneter, baik yang statusnya sudah diimplentasikan ataupun sedang dirancang oleh pemerintah.
 
Hal ini disampaikan Menko Perekonomian Darmin Nasution saat menjadi pembicara dalam Diklat Fungsional Sekolah Staf dan Pimpinan Kementerian Luar Negeri (Sesparlu) Angkatan ke-59, Gelombang II Tahun Anggaran (TA) 2018 di Pusdiklat Kementerian Luar Negeri RI, Jakarta. Acara ini menjadi program pelatihan jajaran pejabat Kementerian Luar Negeri guna memperkuat kepemimpinan dalam berdiplomasi.
 
Dalam paparannya yang bertajuk “Economic Trend: Global Phenomenon and Its Implication to Indonesia”, Menko Darmin mengatakan model ekonomi global dalam bentuk free trade menguntungkan semua bangsa. Hal ini yang kemudian menjadi pendorong lahirnya beberapa kelompok regional yang berorientasi pada keuntungan bersama seperti NAFTA, EU, ASEAN, dan lain-lain.
 
“Hanya saja, inilah pertama kalinya di zaman modern, terjadi fenomena uniteralisme dalam perdagangan bebas, yang menyebabkan adanya perang dagang (antara AS dan Cina)” ungkapnya.
 
Menko Darmin mengatakan tidak dapat dipungkiri bahwa keputusan AS untuk melakukan perang dagang dengan AS disertai intervensi kebijakan moneter The Fed dengan menaikkan suku bunga acuan memberikan implikasi pada Indonesia. “Kita bukan pemain dari perang dagang tersebut, namun kita pasti terkena dampak”.
 
Dengan begitu, Ia mengatakan pemerintah menyiapkan aturan penerapan biodiesel 20% untuk dapat mengurangi defisit migas dan mengurangi tekanan terhadap neraca pembayaran. Per Juni 2018, neraca migas tercatat mengalami defisit 0,4 miliar dollar AS.
 
“Kami saat ini sedang memproses untuk mewajibkan kendaraan di luar mobil untuk menggunakan biodiesel 20%”
 
Pemerintah juga terus mendorong ekspor melalui kemudahan berinvestasi. “Kami juga mendorong ekspor dengan mereformasi seluruh perizinan melalui Online Single Submission (OSS). Dengan begitu investor tidak perlu mondar-mandir dan perizinan dapat selesai di satu ruangan” tambah Menko Darmin.
 
Dorongan terhadap ekspor juga dikuatkan pemerintah dengan memberikan tax holiday sesuai dengan klasifikasi nilai investasi yang dikeluarkan. Pemerintah juga berusaha menyeimbangkan kebijakan yang mendorong investasi dengan pemerataan ekonomi. “Tahun depan, akan ada reformasi menyeluruh terhadap pendidikan vokasi di Indonesia” ujar Menko Darmin.
 
Pada sesi tanya jawab, Menko Darmin menambahkan bahwa pemerintah juga memprioritas sektor pariwisata untuk menghasilkan devisa. Per 2016, sektor ini mampu menjadi kontributor devisa terbesar kedua setelah CPO sebesar 13,568 miliar dollar AS. “Kami telah memberikan insentif fiskal untuk sektor pariwisata”, pungkasnya. (ekon).
Rabu, 25 Juli 2018 - 02:11
https://www.ekon.go.id/berita/view/hadapi-gejolak-ekonomi.4117.html