SIARAN PERS

YANG MULIA DUKE OF YORK MENGUNJUNGI INDONESIA  5 – 7 APRIL 2011

 

Yang Mulia Duke of York, KG, mengunjungi  Indonesia pada tanggal 5-7 April 2011 sebagai Perwakilan khusus Inggris untuk Investasi dan Perdagangan Internasional. Selama kunjungannya di Jakarta, Yang Mulia bertemu dengan Presiden Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono, Menteri Luar Negeri, Menteri Koordinator bidang Perekonomian, Menteri Keuangan, Menteri Perdagangan dan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal. Yang Mulia juga bertemu dengan sejumlah perwakilan senior dari Kamar Dagang Indonesia dan British Chamber of Commerce di Indonesia, juga mengahdiri sejumlah acara dengan perusahaan-perusahaan Inggris dan Indonesia, termasuk pertemuan dengan Alliance of Low Carbon Business Indonesia (ALBI) dan pertemuan Infrastruktur, untuk mendukung perkembangan hubungan perdagangan bilateral.

 

Duta Besar Martin Hatfull mengatakan :

“Inggris sangat berkomitmen untuk memperkuat hubungan dengan Indonesia. Mengembangkan perdagangan dan investasi menjadi kunci penting untuk mencapai hal tersebut. Kunjungan Yang Mulia Duke of York ke Indonesia dalam kapasitasnya sebagai Perwakilan Khusus Inggris untuk Perdagangan dan Investasi ini menjadi sebuah langkah yang signifikan.”

 

Peran Duke of York

Duke of York diundang untuk mengambilperan Perwakilan Khusus Inggris untuk Investasi dan Perdagangan Internasional pada tahun 2001, setelah menjalani masa 22 tahun pengabdian di Angkatan Laut.

Bekerja sama dengan pemerintah, dan khususnya dengan UK Trade and Investment (UKTI), peran Yang Mulia meliputi: mempromosikan Inggris sebagai lokasi tujuan yang menarik untuk investasi bagi para investor asing; menciptakan kondisi bisnis yang lebih positif bagi perusahaan-perusahaan Inggris yang tengah berinvestasi di luar negeri; dan membantu ekspor produk dari perusahaan Inggris menuju pasar-pasar berkembang dan potensial.

Untuk tugas ini, Duke of York tidak dibayar, meskipun beberapa pengeluaran dari kantor Perwakilan Khusus ini ditanggung oleh UKTI dan departemen Transportasi.

Permintaan untuk jasa Yang Mulia semakin meningkat sejak 2001. Duke of York telah terlibat di sejumlah penawaran besar mengatasnamakan perusahaan Inggris yang berujung kepada beberapa keberhasilan. Duke of York memfokuskan programnya pada pasar-pasar dimana perannya memberikan dampak yang sangat signifikan dalam upaya menciptakan dan mengembangakan hubungan demi kepentingan Inggris. Pasar-pasar utama yang menjadi focus perhatian adalah Timur Tengah, Asia Tengah, India, Cina, dan Afrika Utara. Yang Mulia percaya bahwa dengan mendukung ekspor Inggris akan tercipta lapangan pekerjaan baik di Inggris maupun di luar negeri.

Peran Yang Mulia bervariasi mulai dari terlibat langsung melalui pertemuan dengan para menteri dan pejabat senior mengatasnamakan perusahaan Inggris, untuk membangun hubungan jangka panjang dan mempromosikan keahlian dan pengalaman Inggris di tingkat tertinggi. Peran Duke of York dianggap penting bagi perusahaan-perusahaan Inggris, khususnya di beberapa area seperti Timur Tengah, dimana komitmen jangka panjang beliau pada pekerjaan ini membuatnya bisa mendapatkan akses kepada para pembuat keputusan di tingkat yang tertinggi.

 

Aktivitas Terkini

Pada tahun 2010, Duke of York menjalani lebih dari 700 pertemuan baik di Inggris dan di Luar negeri. Dari aktivitas tersebut, 550 diantaranya terkait dengan bisnis.

Pada tahun 2009, Duke of York menjalani 757 pertemuan di Inggris dan di luar negeri. Dari aktivitas tersebut, 550 terkaot dengan bisnis, dengan jumlah pertemuan rata-rata lebih dari 10 pertemuan terkait perdagangan dan bisnis dalam seminggu ditambah dengan kunjungannya dalam lingkup Kerajaan.

Pada tahun 2008 Yang Mulia menjalani 628 pertemuan dalam kapasitasnya sebagai Perwakilan Khusus. Pada tahun 2007 Duke of York menjalani 357 pertemuan bisnis dan pada tahun 2006, beliau menyelesaikan 324 pertemuan.

 

Objektif

Objektif dan aktivitas-aktivitas Duke of York beragam tergantung dari Negara dan status pasar secara umum. Jika dijabarkan secara umum, tanggung jawabnya meliputi :

  1. Menjaga kontak dan hubunga antara pemerintah dengan sector perdagangan baik di Inggris ataupu di luar negeri untuk memaksimalkan kesempatan bagi perusahaan-perusahaan Inggris.
  2. Memberikan akses tingkat tinggi bagi perusahaan-perusahaan Inggris. Mendukung proyek-proyek dan penawaran-penawaran Inggris langsung dengan Pemerintah dengan lobi-lobi di luar negeri.
  3. Memasarkan Inggris, khususnya di pasar-pasar potensial seperti India,Cina dan Negara-negara ASEAN. Hal ini meliputi mewakili Inggris dalam konferensi dan pameran perdaganganbesar serta menyampaikan pidato mengenai isu-isu perdagangan.
  4. Menjadi tuan rumah untuk Konferensi-konferensi perdagangan tingkat tinggi di Inggris untuk menampilkan kesempatan-kesempatan berbisnis di wilayah-wilayah tertentu seperti Abu Dhabi, Yordania, dan Vietnam.
  5. Menyediakan masukan secara regular dan langsung kepada pemerintah dan pebisnis melalui UKTI dan CBI mengenai isu-isu bisnis baik di Inggris maupun di luar negeri.