
Jakarta - Pemerintah akan menyalurkan anggaran untuk proyek Masterplan Percepatan dan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) di 2012 sebesar Rp. 66,2 triliun.
Hal ini disampaikan oleh Asisten Deputi Menko Perekonomian Bidang Infrastruktur Abdul Kamarzuki dalam acara seminar Memacu Infrastruktur dan Konektivitas Antar Daerah Guna Mengoptimalkan Pertumbuhan Ekonomi Nasional, di Hotel Borobudur, Jakarta, Rabu (15/2/2012).
Pada tahun ini, sambungnya, pemerintah menargetkan proyek MP3EI sebanyak 84 proyek infrastruktur dan investasi di sektor riil dengan total nilai sebesar Rp. 536,3 Triliun. Selain berasal dari pemerintah, lanjutnya, pendanaan MP3EI juga berasal dari BUMN dan swasta.
“BUMN Rp. 90,3 triliun, swasta Rp. 301,6 triliun dan campuran Rp. 78,2 triliun,” ujarnya.
Lebih lanjut ia mengatakan, dari 685 sentra kegiatan investasi di sektor riil ada 45 investasi yang menjadi prioritas di 2012. Pemerintah pun memperkirakan dari 45 investasi, jumlah anggaran yang dapat dikeluarkan mencapai Rp. 375,8 triliun, yang bersumber dari swasta dan BUMN.
45 investasi di sektor riil yang menjadi prioritas berada di lima koridor yakni koridor Sumatra sebanyak 13 dari 168 investasi, Jawa sebanyak 20 dari 119 investasi, Kalimantan 7 dari 177 investasi, Bali-Nusa Tengara sebanyak 2 dari 61 investasi, dan Papua-Kep Maluku sebanyak 3 dari 44 investasi. Sementara untuk Sulawesi tidak ada yang menjadi prioritas ditahun ini.
“Per 15 Februari ini masih validasi dengan investor dan daerah dari sejumlah 685 sentra produksi” ujarnya.
























