Jakarta - Pemerintah Inggris akan memberikan bantuan dana sebesar 50 juta Poundsterling atau sekitar US$ 80 juta, untuk isu-isu perubahan iklim di Indonesia.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Hatta Rajasa menuturkan, Inggris sangat menaruh perhatian kepada perlindungan untuk memperbaiki kerusakan hutan yang terjadi di Indonesia. “Dan kerajaan inggris menyediakan bantuan dana yang disediakan terutama ditujukan masalah-masalah yang terkait dengan global climate change,” katanya usai menerima kunjungan dari Menteri Pembangunan Internasional Inggris Andrew Mitchell di kantornya, Jakarta, Rabu (15/2/2012).

Lebih lanjut, ia mengatakan Indonesia dan Eropa sedang dalam tahap menyampaikan satu hasil-hasil kajian bersama tentang Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif (Comprehensive Economic Partnership Agreement/ CEPA). Laporan ini mencakup persyaratan untuk memastikan masalah pada emisi gas memadai dalam semua inisiatif perdagangan dan investasi antara Uni Eropa dan Indonesia.

“Kita sudah bersepakat masuk ke langkah-langkah berikutnya. Kami berharap bisa menyelesaikan CEPA dengan Uni Eropa yang menguntungkan ini, karena kedua pihak saling komplementer satu sama lain,”ujarnya.

Sementara Menteri Pembangunan Internasional Inggris mengaku datang ke Indonesia karena Kerajaan Inggris menilai Indonesia negara yang penting. Dari sisi ekonomi hubungan dagang antara Indonesia dengan Inggris pada tahun 2011 sudah meningkat 44 persen, ini menunjukan berita baik buat perdagangan dan investasi.

“Kita punya hubunga bilateral yang sangat baik dalam perdagangan. Namun, kami juga konsen dengan isu lingkungan seperti mengurangi deforestisasi dan akan mendukung masalah tersebut. Kami akan support technical assistance dalam 3-4 tahun kedepan dan bantuan US$ 80 juta untuk itu,” pungkasnya.