
Kupang - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Hatta Rajasa meresmikan pembangunan pabrik pengolahan dan pemurnian (Smelter) mineral logam mangan milik PT Jasindo Utama di Desa Benu, Kecamatan Takari, Kabupaten Kupang. Peresmian pembangunan pabrik Smelter ditandai dengan peletakan batu pertama (groundbreaking) oleh Menko Perekonomian.
Dalam acara tersebut juga dihadiri oleh Raja Korea, Direktur PT Jasindo Utama, Bupati Kupang, dan Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT).
Menko Perekonomian mengatakan berdasarkan UU mineral 2009 menetapkan pada 2014 Indonesia tidak boleh lagi mengekspor bahan mentah mineral. Mangan yang diambil dalam bentuk bahan mentah tidak boleh lagi diekspor, harus diolah di dalam negeri.
"Oleh sebab itu kehadiran smelter ini, menjadi tepat waktu dan penting agar mangan yang tidak boleh diekspor dalam bahan mentah tadi bisa diproses di sini, di tempat mangan tersebut berada," ujarnya dalam acara peletakan batu pertama pembangunan pabrik smelter di Kupang, NTT, Sabtu (10/2/2012).
Ia berharap dengan adanya pabrik smelter ini dapat membuka lapangan kerja dan meningkatkan pendapatan masyarakat Kupang kearah yang lebih maju. "Kita juga meminta kepada perusahaan agar memberdayakan masyarakat setempat agar meningkat kesejahteraannya, pendapatannya dan mereka mendapatkan lapangan kerja. Dengan demikian terjadi satu sinergi antara investor dengan Pemda dan masyarakat yang bisa menikmati atas kehadiran investasi tersebut. Jadi harus membawa berkah," tuturnya.
Masyarakat setempat tidak boleh hanya menjadi penonton, sambung dia, tetapi masyarakat setempat harus menjadi bagian yang tercerahkan dari kehadiran sebuah perusahaan.
"Dengan demikian maka di daerah ini haruslah menjadi pusat pertumbuhan baru bagi kabupaten Kupang. Nah, kalau sudah begitu maka kita akan dapat mengentaskan sebagian masyarakat dari kemiskinan," ungkapnya.
Oleh karena itu, sambung dia, PT Jasindo Utama harus betul-betul mempersiapkan dengan matang pembangunan ini dan diharapkan 2013 sudah mulai beroperasi dan operasi penuh sesuai jadwalnya di akhir 2015. "Kalau bisa dipercepat ke 2014," ujarnya.
Menurut Presiden Direktur PT Jasindo Utama Chang Chongching, pabrik smelter ini akan dibangun di atas lahan seluas 40 hektar dan diharapkan mampu menyerap tenaga kerja hingga 1200 orang.
"Pabrik smelter mangan ini diharapkan dapat menghasilkan produk unggulan berupa ferromangan dan siliconmangan dengan kualitas tinggi yang berorientasi ekspor. Tahap pertama kapasitas produksi olahan mangan sekitar 3000 ton per bulan, tahap kedua 6000 ton per bulan serta tahap ketiga 24000 ton per bulan," ungkapnya.
Lebih lanjut, ia mengungkapkan tujuan investasi sebesar Rp. 1,1 triliun ini salah satunya untuk mendukung upaya memajukan Kabupaten Kupang serta mewujudkan visi NTT baru."Maka ini membutuhkan dukungan dan keberpihakan melalui kerjasama dari para penentu kebijakan dalam bentuk regulasi pengatur pengolah hasil galian mangan. Serta didukung pula oleh pembangunan sarana dan prasarana infrastruktur," tuturnya.
Jasindo Utama, lanjutnya, akan mengekspor Mangan ke Korea Selatan dan kawasan Asia Timur. Sedangkan untuk domestik, perusahaan siap mengirimkan mangan ke PT Krakatau Steel.
Sementara Bupati Kupang Ayub Titu Eki berharap dengan adanya pabrik smelter ini akan mengubah wajah Kupang.
"Kita berharap dengan adanya pabrik ini dan datangnya raja Korea akan berdampak pada investasi lanjutan. Masyarakat dan pemerintah akan mendukung kelancaran pabrik ini," ujarnya.
Selain meresmikan pembangunan pabrik smelter, Menko Perekonomian juga meresmikan Jalan poros tengah dan Balai Latihan Kerja di Kupang.
Menurutnya, jalan poros tengah ini untuk membuka jalan bagi masyarakat Kupang untuk menghubungkan bukan hanya dengan daerah didalam negeri tapi bisa menghubungkan ke luar negeri pula.
"Kita akan memperhatikan penuh jalan poros tengah agar bisa membuka isolasi dan sekaligus membangun pusat-pusat pertumbuhan lain apabila ada potensi-potensi yang bisa dikembangkan dengan jalan ini," ujar Menko Perekonomian.
Sedangkan Balai Latihan Kerja, tidak mungkin bisa mempercepat pembangunan kalau tenaga kerja tidak terampil dan profesional. "Untuk itu kami mendukung penuh pembangunan Balai Latihan Kerja," pungkasnya.
























