Jakarta - Dalam menghadapi tantangan 2012, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Hatta Rajasa merekomendasikan lima tips untuk para pelaku usaha.

"Pertama para pelaku usaha jangan panik mengurangi aktifitas bisnis atau investasi sesuai dengan prospek yang ada," ujarnya di Jakarta, Rabu (2/2/2012).

Kedua, para pelaku bisnis yang berorientasi ekspor harus memperhatikan potensi pasar di negara tujuan ekspor. "Dan negara-negara yang tidak boleh diabaikan oleh para pelaku usaha seperti China, India, dan Korea Selatan," tuturnya.

Ketiga, perlu memperhatikan pasar domestik agar daya beli masyarakat dan pertumbuhan ekonomi terus meningkat, keempat produsen dalam negeri harus mewaspadai adanya dumping dan terus berkoordinasi dengan pemerintah agar produk lokal tidak menurun.

Dan terakhir para pelaku bisnis harus kreatif dan jeli dalam mencari peluang yang tercipta dari krisis global.

Sementara pemerintah sendiri untuk antisipasi dampak krisis dan  menghadapi ketidakpastian global di tahun 2012 telah menyiapkan langkah-langkah dalam sektor fiskal, neraca pembayaran dan ketahanan pangan.

"Disektor fiskal, pemerintah telah melaksanakan crisis management protokol (CMP) dan bond stabilization framework serta alokasi dana mitigasi krisis sesuai UU APBN 2012. Disektor neraca pembayaran dilakukan penguatan kerjasama internasional melalui chiang mai initiative multilateralization (CMIM) dengan tujuan utama mengatasi masalah neraca pembayaran dan likuiditas jangka pendek dan currency swap dengan China dan Jepang untuk meminimalisasi resiko nilai tukar yang berfluktuasi," ujarnya.

Sementara disektor ketahanan pangan, sambungnya pemerintah melakukan pengamanan produksi beras dalam jangka pendek. Selain itu, penguatan koordinasi antara pemerintah dan Bank Indonesia juga terus ditingkatkan guna menghadapi ketidakpastian global.