
Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Hatta Rajasa menegaskan pembangunan proyek terminal peti kemas Kalibaru, Tanjung Priok tetap berjalan seperti yang telah direncanakan.
“Nggak, siapa bilang dimentahkan,” ujarnya usai rapat kerja terkait Pangan di Kementerian Perekonomian, Jakarta, Kamis (26/1/2012).
Menurutnya proyek terminal peti kemas Kalibaru pengerjaannya telah diserahkan kepada PT Pelindo II. “Dan dananya sudah disediakan oleh Bank Mandiri sebesar Rp. 11 triliun. Jadi nggak ada masalah, pokoknya harus jalan,” tuturnya.
Sebelumnya, hasil prakualifikasi tender pembangunan proyek terminal Pelabuhan Kalibaru, Tanjung Priok, dibatalkan karena ternyata tidak ada dana yang dialokasikan untuk membangun proyek ini. Selanjutnya, rencana pembangunan Kalibaru akan diserahkan sepenuhnya kepada pihak swasta.
Pembatalan ini disebabkan karena pemerintah tidak punya dana membangun proyek senilai Rp. 8 triliun berikut proyek jembatan, pengerukan, dan akses jalan yang ditaksir senilai Rp. 3 triliun.
Selain ketiadaan dana, di sisi kanan akses jalan menuju proyek Kalibaru terdapat dermaga milik PT Pertamina yang luput dari rancangan awal.
Akibat dibatalkannya hasil prakualifikasi tender Kalibaru, kelima perusahaan maupun konsorsium pemenang sangat kecewa atas keputusan ini.
Diketahui, hasil prakualifikasi yang diumumkan Kemenhub pada Agustus 2011 memutuskan lima perusahaan atau konsorsium yang lulus adalah PT Pelindo II, PT Pelabuhan Socah Madura-PSA PE Asia, PT Pelindo I-International Container Terminal Services-PT Sinar Rajawali Cemerlang, 4848 Global System-Mitsui-Evergreen-Nusantara Infrastruktur, dan PT Hutchison Port Indonesia-PT Briliant Permata Negara-PT Salam Pacific Indonesia Lines-COSCO Pacific Limited.
























