Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Hatta Rajasa mengaku sebagai penikmat seni foto dan lukisan. Selama 20 tahun belakangan ini, dirinya mengoleksi foto maupun lukisan.

 

Ia mengaku belajar banyak hal dari hasil karya foto.  Menurutnya dari semua koleksi foto dan lukisan yang dimilikinya ada  foto yang bertemakan berbagi yang langsung memikat hatinya.

 

Foto hasil bidikan jurnalis Bernad Chaniago ini menggambarkan seorang anak berusia 5-6 tahun yang sedang mengendong adiknya yang tertidur lelap dengan wajah tersenyum dan tiga orang anak yang sedang berbagi sebuah jagung bakar yang tinggal seperempat.

 

“Hampir setengah jam saya melihat dan saya kemudian meneteskan air mata, foto yang diberi judul berbagi itu saya pajang diruang kerja saya,  setiap orang yang melihat saya ceritakan. Foto itu luar biasa memberikan aspirasi kemanusiaan, untuk saling berbagi. Hidup ini memang harus berbagi dari kecil kita harus membiasakan berbagi,” ujarnya di Jakarta.

 

Menurut Menteri asal Palembang ini, karya foto tersebut bisa menyentuh kemanusiaan melalui pesan kuat yang dibawanya. “Ketika kita melihat lukisan ataupun foto maka kita akan lebih bisa memahami karyanya, dari karya tersebut kita bisa memahami sosok yang menjepret atau menggores,” ujarnya.

 

Lebih lanjut ia mengatakan, berbeda jika berbicara terkait dengan bisnis yang terkadang membuat penat dan melelahkan dalam persoalan untung rugi, maupun berbicara terkait politik yang selalu terjebak dalam persoalan kalah dan menang. Tapi kalau berbicara tentang karya seni berbeda. 

 

“Kalau berbicara sebuah foto maha karya seni maka kita tidak berbicara itu sama sekali, kita berbicara satu persamaan sebuah ruang persamaan yang ada dibatin kita, karena yang berbicara hati kita yang memberikan penilaian hati kita dan kemudian kita mendekati dengan hati,” tuturnya.

 

Selain itu, sambung dia, dengan adanya karya seni foto maka sejarah bangsa Indonesia akan terus dapat diabadikan. “Saya memberikan apresiasi yang tinggi kepada rekan-rekan jurnalis foto yang menggambarkan keadaan bangsa ini, kita beruntung kita bisa melihat sejarah bangsa kita dengan fakta-fakta, dengan foto-foto yang ditampilkan dan kita tidak bisa mengatakan itu sekedar fakta saja tapi itu juga maha karya. Oleh sebab itu saya ingin mengatakan itu sebuah produk budaya, kultur, sebuah bagian peradaban bangsa kita,” pungkasnya.