Jakarta – Pemerintah berencana akan mengurangi penggunaan Bahan Bakar Minyak (BBM). Dan akan menggantikan dengan energi baru dan terbarukan seperti gas, geotermal, tenaga surya, dan batubara.
Untuk kebijakan energi nasional kita, kita mempersiapkan betul sesuai dengan masterplan kita, kita akan kurangi ketergantungan kita terhadap BBM sehingga ada energi baru dan terbarukan,” kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Hatta Rajasa, usai rapat kerja Infrastruktur dan Kebijakan Energi di Kementerian Perekonomian, Jakarta, Senin (2/12/2011).
Lebih lanjut, ia mengatakan proses pengurangan BBM dan Gas ini akan disusun pemerintah secara bertahap sampai 2025. Saat ini, sambung dia, yang terpenting pemerintah akan menerapkan pembatasan BBM pada April 2012 sesuai yang ditentukan dalam UU APBN.
“Teknisnya nanti tentu pembatasan itu akan ada secara bertahap adalah opsi menggunakan CNG dan menggunakan LGV itu. Nantinya masyarakat yang tidak boleh menggunakan premium menggunakan opsi CNG dan menggunakan LGV,” ujarnya.
Terkait dengan pembatasan BBM ini, sambung dia, BPH Migas yang akan melakukan pengawasan agar betul-betul berjalan dan tidak terjadi kebocoran yang berlebihan. Pasalnya, kata Menko Perekonomian, menghilangkan kebocoran atau distorsi 100 persen tidak mungkin terjadi.
“ Kalau mau 100 persen tidak ada distorsi tidak mungkin, pasti ada bocornya sedikit, kita kurangi sekecil mungkin,” cetusnya.
Hal senada juga diungkapkan Menteri ESDM Jero Wacik, menurutnya untuk menghilangkan ketergantungan terhadap minyak dan beralih ke gas, geotermal, tenaga surya, dan batubara.


“Ini yang sebetulnya kita dorong besar-besaranan sehingga nanti tahun 2025 menurut penelitian DEN tahun 2025 energi yang paling banyak dipakai adalah energy baru dan terbarukan. Oleh karena itu proses perizinan ke energi baru dan terbarukan kita percepat karena itu mudah dan ada di negeri kita. Untuk yang BBM kita pelan-pelan akan kita tinggalkan,” tuturnya.