Jakarta – Pemerintah berencana akan menaikan stok cadangan beras menjadi 2,5 juta ton dari yang sebelumnya 1,5 juta ton pada tahun 2012.

“Kita ingin meningkatkan stoknya tidak lagi 1,5 juta ton cadangan beras, kita tingkatan secara bertahap. Kita merencanakan sampai 2,5 juta ton digudang. Ini untuk kita berjaga-jaga kalau ada sesuatu maka kita akan mengatasi,” kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Hatta Rajasa saat kunjungan ke Pasar Induk Beras Cipinang, Jakarta Timur, Kamis (22/12/2011).

Menurut Menko Perekonomian dari hasil laporan Dirut Bulog untuk sampai akhir tahun ini stok beras bulog melebihi target pemerintah yakni sekitar 1,7 juta ton. Dimana digudang bulog ada sekitar 1,2-1,3 juta ton dan diluar gudang bulog sekitar 300-400 ribu ton beras.

“Akhir tahun kita melebihi 1,5 juta ton sekitar 1,7  juta ton, di musim paceklik seperti sekarang ini beras kita cukup, suplai cukup, bisa dilihat tadi di Cipinang masih di atas 3000 ton per hari,” ujarnya.

Selain meningkatkan stok beras ditahun depan, sambung dia, pemerintah pada tahun depan akan lebih banyak menyerap beras-beras dari Indonesia dibandingkan impor. Pasalnya pada Januari 2012 musim panen raya akan dimulai.

“Januari mulai panen, mulai pembelian beras-beras petani, pertengahan Januari sudah mulai panen di daerah Jateng, Jatim dan kita tentu saja kalau sudah begitu tidak lagi memerlukan impor, kita menyerap beras-beras dari petani kita,” ujarnya.

Sambil menunggu masa panen raya, Bulog akan terus melakukan operasi pasar untuk mengendalikan harga beras. Untuk tahun ini, tutur dia, bulog sudah melakukan operasi pasar lebih dari 370 ribu ton beras.