Tambang Gagalkan Penguatan IHSG

E-mail Print PDF

INILAH.COM, Jakarta – IHSG tidak mampu mempertahankan sentimen positif di awal perdagangan. Apresiasi bursa regional bahkan gagal meredam kejatuhan saham sektor tambang.

Pada perdagangan Kamis (2/9), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 13,167 poin (0,42%) ke level 3.122,149. Demikian pula indeks saham unggulan LQ45 juga turun 3,615 poin (0,61%) ke level 589,768.

Setelah menguat di awal perdagangan sebesar 0,44% ke level 3.149, indeks perlahan-lahan mulai berbalik arah. Aksi profit taking yang melanda bursa, menyebabkan IHSG pada sesi siang bertengger di angka 3.119 dan akhirnya ditutup di 3.122.

Seorang pengamat pasar modal mengatakan, tengah pekan ini, IHSG terpaksa berakhir di zona negatif. Aksi profit taking investor, terutama terhadap saham tambang dan perbankan, meluluhlantakkan pertahanan bursa di area hijau. “Pasalnya, saham sektor ini memiliki kapitalisasi pasar cukup besar di pasar,” katanya.

Sentimen negatif saham tambang berasal dari transaksi crossing PT Indo Tambangraya Megah (ITMG) di pasar negosiasi pada harga diskon Rp36.150, jauh lebih rendah dari harga pasar Rp 39.300. Hal ini memicu aksi jual investor pada portofolionya.

Perdagangan di Bursa Efek Indonesia cukup ramai, dimana volume transaksi tercatat sebesar 6,995 miliar lembar saham senilai Rp9,172 triliun, dengan frekuensi 106.273 kali. Sebanyak 81 saham naik, 121 saham turun dan 82 saham stagnan.

Asing banyak melakukan aksi jual, dengan nilai transaksi jual bersih (net foreign sell) mencapai Rp382 miliar. Rinciannya adalah nilai transaksi jual mencapai Rp4,924 triliun sedangkan nilai transaksi beli sebesar Rp4,541 triliun.

Sektor-sektor saham bergerak variatif, dimana sektor tambang memimpin koreksi bursa mencapai 2,16%. Diikuti sektor properti 1,5%, finansial 1,3%, infrastruktur 0,6% dan perkebunan 0,5%. Sedangkan sektor aneka industri naik 1,6%, disusul sektor konsumsi 1,4%, manufaktur 1,2%, industri dasar 0,6% dan perdagangan 0,01%.

Saham tambang yang melemah antara lain PT Indo Tambangraya Megah (ITMG) turun Rp2.200 ke Rp37.100, PT Bukit Asam (PTBA) anjlok Rp350 ke Rp17.750 serta PT Adaro Energy (ADRO) terkoreksi Rp80 menjadi Rp1.790.

Beberapa emiten lain yang melemah antara lain PT Delta Dunia (DLTA) anjlok Rp3.000 ke Rp92.000, PT Unilever (UNVR) merosot Rp250 ke Rp16.000 dan PT Charoen Pokphand Indonesia (CPIN) turun Rp250 ke Rp6.300.

Sedangkan emiten-emiten lain yang menguat antara lain PT Gudang Garam (GGRM) melambung Rp2.750 menjadi Rp43.450, PT Indomobil (IMAS) terangkat Rp1.175 ke Rp5.950, PT Astra International (ASII) menguat Rp650 ke Rp50.050 dan PT Indocement () naik Rp350 ke Rp18.650.

Koreksi IHSG anomali dengan pergerakan bursa yang seluruhnya menguat, bahkan lebih di atas 1%. Indeks Shanghai naik tajam 32,89 poin (1,25%) ke level 2.655, indeks Hang Seng melesat 245,09 poin (1,19%) ke level 20.868,92, indeks Nikkei 225 menguat 135,82 poin (1,52%) ke level 9.062,84. [mdr]