JAKARTA: Kinerja ekspor nonmigas selama Juli mencapai US$10,6 miliar, tumbuh 29,49% dari capaian periode yang sama tahun sebelumnya, dan 1,76% apabila dibandingkan dengan pertumbuhan bulan sebelumnya.
Secara keseluruhan baik ekspor non migas maupun migas pada Juli mencapai US$12,49 miliar, atau naik 29% dibandingkan Juli 2009. Apabila dibandingkan dengan bulan sebelumnya mengalami kenaikan 1,32%.
Deputi Bidang Statistik Produksi Badan Pusat Statistik Subagio Dwijosumono mengatakan peningkatan ekspor non migas terbesar terjadi pada bijih, kerak dan abu logam sebesar US$219,8 juta sedangkan penurunan terbesar terjadi pada lemak dan minyak hewani atau nabati US$82,9 juta.
Ekspor non migas ke Jepang mencapai angka terbesar US$1,37 miliar, disusul Amerika US$1,28 miliar, dan China sebesar US$0,92 miliar. "Ekspor ke ketiga negara itu berkontribusi 33,64% sementara ekspor ke Uni Eropa (27 negara) sebesar US$1,52 miliar," kata Subagio, hari ini.
Secara kumulatif nilai ekspor Indonesia sepanjang Januari-Juli mencapai US$85,01 miliar. Adapun ekspor non migas pada kurun waktu yang sama mencapai US$69,97 miliar atau naik 36,94% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Apabila dilihat menurut sektornya, ekspor hasil industri mengalami kenaikan sebesar 34,10%, sementara pertanian mengalami kenaikan 17,55% dan pertambangan mencatat kenaikan 52,96%. (bsi)


