Indonesia memiliki Terminal Bahan Bakar Milik Swasta Pertama di Indonesia

E-mail Print PDF
Jakarta, 12 April 2010 -  Menteri Koordinator Bidang Perekonomian M. Hatta Rajasa, didampingi Menteri Perhubungan, Menteri Negara BUMN, Wakil Menteri Sekretaris Negara, Kepala BPH Migas, Dirjen Migas serta CEO PT  Jakarta Tank Terminal dan Royal Vopak meresmikan pengoperasian Vopak Terminal Jakarta yaitu terminal impor dan distribusi untuk produk minyak milik swasta pertama di Indonesia.  Terminal ini dibangun dengan kepemilikan saham 51 persen PT AKR Corporindo Tbk dan 49 persen  Royal Vopak, perusahaan penyedia jasa penyimpanan tangki independen asal Belanda, yang akan menjadi bagian dari jaringan 80 terminal global milik Vopak  yang tersebar di 31 negara.
Vopak Terminal Jakarta yang berlokasi di Tanjung Priok, Jakarta merupakan terminal bahan bakar minyak (BBM)  dengan rencana kapasitas penyimpanan sebesar 450.000 kiloliter akan dibangun dalam dua tahap. Tahap pertama yang baru saja diresmikan mempunyai kapasitas penyimpanan sebesar 250.800 kiloliter dengan infrastruktur dua dermaga dengan kapasitas kapal 65.000 dwt dan 8.000 dwt., yang memungkinkan untuk mendistribusikan produk minyak ke seluruh daerah di Jakarta, Jawa Barat, dan Banten.  Keseluruhan fasilitas dirancang dan dibangun sesuai dengan standar kesehatan, keselamatan, keamanan dan lingkungan tertinggi dan menggunakan sistem otomasi yang terintegrasi.