|
FORTIFIKASI VITAMIN A KE DALAM MINYAK GORENG |
|
|
|
|
Jakarta, 03 Maret 2009 - Peningkatan kebutuhan minyak goreng untuk konsumsi masyarakat Indonesia semakin besar diperkirakan pada tahun 2020 mencapai 5 juta ton per tahun. Meningkatnya permintaan minyak goreng adalah adanya perkembangan variasi produk makanan yang memanfaatkan minyak goreng.
Produk makanan tradisional Indonesia sebagian besar menggunakan minyak goreng. Oleh sebab itu dalam rangka untuk mengurangi kekurangan zat gizi masyarakat baik makro maupun mikro, maka perlu adanya kebijakan yang tepat untuk memenuhi zat gizi tersebut. Salah satu kebijakan yang ditempuh melalui memasukan vitamin ke dalam minyak goreng.
Pada saat ini di Indonesia masih dinyatakan masyarakatnya masih kekurangan vitamin A, khususnya banyak terjadi pada anak di bawah usia 5 tahun yang sangat mempengaruhi ketahanan tubuh. Berdasarkan data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), 25 – 30 % kematian bayi dan balita disebabkan kekurangan vitamin A. Sedangkan di Indonesia sekitar 14,6% anak di atas usia 1 tahun mengalami kekurangan vitamin A dan berdampak pada penglihatan. Fortifikasi vitamin A ke dalam minyak goreng merupakan salah satu cara efektif untuk menyediakan vitamin A bagi anak-anak dan balita, termasuk masyarakat, mengingat sekitar 70% masyarakat Indonesia setiap harinya mengkonsumsi minyak goreng.
Fortifikasi vitamin A ke dalam minyak goreng tidak berbahaya dan tidak akan menyebabkan keracunan karena bentuknya yang likuid ( cairan), dan juga tidak akan mengganggu pola makan masyarakat.
Fortifikasi vitamin A ke dalam minyak goreng, tidak akan banyak mempengaruhi harga, karena berdasarkan hasil analisa para pakar dari 8 ton minyak goreng curah, hanya membutuhkan 0,5 kg vitamin A.Jadi bila harga minyak goreng satu kg Rp 10.000,- maka hanya menambah biaya sebesar Rp 100, dan berdampak menambah manfaat yang sangat besar bagi masyarakat.
Pemerintah akan membuat peraturan yang mengharuskan seluruh produsen minyak goreng pada tahun 2011 memfortifikasi minyak goreng dengan tambahan vitamin A. Hal ini dilakukan dalam rangka untuk menanggulangi kekurangan vitamin A diantaranya pada 9 Juta balita dan 1 Juta wanita muda.
Kontak :
Musdhalifah Machmud
HP 0812 9505 333
Alamat e-mail ini dilindungi dari spambot, anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya
Asdep urusan Perkebunan dan Hortikultura, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian
|