www.ekon.go.id
www.ekon.go.id www.ekon.go.id www.ekon.go.id
 
  • JoomlaWorks Simple Image Rotator
  • JoomlaWorks Simple Image Rotator
  • JoomlaWorks Simple Image Rotator
  • JoomlaWorks Simple Image Rotator
  • JoomlaWorks Simple Image Rotator
  • JoomlaWorks Simple Image Rotator
  • JoomlaWorks Simple Image Rotator
  • JoomlaWorks Simple Image Rotator
 
www.ekon.go.id www.ekon.go.id www.ekon.go.id

Menko Perekonomian memberikan arahan di acara Seminar Nasional "Mencari Format Sistem Keamanan Nasional dalam Era Demokrasi dan Globalisasi" di Lemhanas.
...

...

Menko Perekonomian memberi pidato saat rapat gabungan Komisi IV, VI, dan VII DPR RI
...

Menko Perekonomian bersama Anggota II BPK serta para menteri di bidang perekonomian saat penyerahan Laporan Hasil Pemeriksaan oleh BPK RI


...

Menko Perekonomian bersama para menteri KIB II saat menerima kunjungan US Secretary of Commerce di kantor Kemenko Perekonomian
...

www.ekon.go.id www.ekon.go.id www.ekon.go.id www.ekon.go.id www.ekon.go.id www.ekon.go.id www.ekon.go.id www.ekon.go.id www.ekon.go.id
 
  bahasa   |   english
					
					

Indonesian Innovative products

Statistik Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari Ini132
mod_vvisit_counterKemarin935
mod_vvisit_counterMinggu Ini3842
mod_vvisit_counterBulan Ini24962
mod_vvisit_counterKeseluruhan289018
   
Program Desa Mandiri Energi: Membangun Desa Miskin Melalui Pemenuhan Energi Terbarukan PDF Cetak E-mail
Ekspose dua Tahun Program DME mengetengahkan pengalaman dan hasil – hasil yang telah dicapai selama dua tahun pelaksanaan Program Desa Mandiri Energi (DME) serta evaluasi yang dilakukan oleh Tim Koordinasi pada bulan Januari hingga Juni 2009. Disamping itu, pertemuan ini juga menyampaikan upaya-upaya yang akan diambil oleh Tim Koordinasi untuk mengoptimalkan kinerja program untuk memasok energi terbarukan ke desa – desa miskin di Indonesia, termasuk juga desa tertinggal dan terpencil serta untuk memenuhi target diversifikasi energi nasional.

Presiden Susilo Bambang Yodhoyono pada tahun 2007 telah meluncurkan Program Desa Mandiri Energi (DME) dalam upaya meningkatkan pasokan dan meragamkan sumber energi, sekaligus meningkatkan kesempatan dan produktivitas kegiatan ekonomi masyarakat, khususnya di daerah-daerah pedesaan terpencil. Dalam kaitan tersebut, Program DME diharapkan dapat pula memberikan kontribusi bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat pedesaan, sebagaimana keberhasilan program energi pedesaan di negara lain, seperti India, dalam pengembangan energi terbarukan, dan Cina dalam program listrik masuk desa. Lebih dari itu, Program DME diharapkan juga menjadi instrumen untuk mengatasi kecemburuan sosial akibat kontrasnya perbedaan ekonomi di daerah kaya sumber daya alam termasuk energi seperti yang terjadi di Riau, Aceh, Sumatera Selatan, Kalimantan Timur, dan Papua.

Berbeda dengan program energi yang ada di Indonesia, Program DME menitikberatkan berbagai pilihan teknologi energi terbarukannya pada sumber kekayaan alam desa setempat yang sangat besar, dengan demikian berbagai teknologi akan dikembangkan dalam pelaksanaan probgam DME. Untuk keperluan tersebut, Program DME yang dikoordinasikan oleh Deputi II Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian dan melibatkan 8 Departemen terkait, membagi kegiatannya dalam tiga katagori berdasarkan kematangan teknologi bagi wilayah pedesaan, yaitu: R&D, Percontohan, dan Diseminasi teknologi yang telah matang.

Setelah dua tahun berjalan, program DME telah menghasilkan 628 Desa DME yang tersebar di 27 propinsi dengan teknologi yag digunakan antara lain mikro hidro, biogas, dan bio-diesel berbahan jarak pagar (Jatropha curcas L). Ketiga jenis teknologi ini merupakan teknologi yang telah matang dan siap untuk disebarluaskan. Ada beberapa teknologi lain saat ini yang masih berada pada tahap R&D (gasifikasi skala kecil, bioetanol, dan biodiesel berbahan baku nyamplung/Callophyluminophyum) dan tahap percontohan (PV hibrida minigrid, biogas, dan PLT Bayu skala kecil). Seluruh teknologi ini diharapkan dapat disebarluaskan dalam waktu dekat,

Pada kurun waktu 2010 – 2014, program DME menargetkan 2000 desa di 33 propinsi sebagai desa mandiri energi (termasuk desa di wilayah tertinggal dan terpencil). Dengan demikian diharapkan pada akhir tahun 2014 aakan terjadi pemerataan suplai energi dihampir seluruh desa miskin di Indonesia, yang pada akhirnya diharapkan pula dapat mendorong pembangunan desa-desa miskin dan terpencil secara berkelanjutan. Untuk memenuhi target ini DME Program akan memperkuat aspek legalitas dan pendanaan serta memperbaiki mekanisme koordinasi dan pelaksanaan program dengan membagi teknologi menjadi beberapa kelompok (R&D, percontohan dan diseminasi).

Dalam kaitan ini, Program DME mempunyai potensi untuk menjadi katalisator bagi perkembangan daerah terpencil dan tertinggal. Disamping itu dengan adanya diversifikasi energi berbahan sumber daya terbarukan pada desa-desa Indonesia, Program DME juga memiliki potensi untuk mengurangi penggunaan bahan bakar fosil (BBM) nasional dan memberikan dampak positif terhadap upaya penanggulangan masalah perubahan iklim.

===*****===

 
   
Perkembangan EKonomi
Kajian Kajian
Siaran Pers Pencapaian Program 100 Hari KIB II
 
Kajian 

Kata Kunci

Jajak Pendapat

Informasi apa yang paling perlu ditambahkan dalam situs ini?
 
 
 
www.ekon.go.id www.ekon.go.id www.ekon.go.id www.ekon.go.id www.ekon.go.id www.ekon.go.id www.ekon.go.id www.ekon.go.id www.ekon.go.id
www.ekon.go.id www.ekon.go.id www.ekon.go.id
 
www.ekon.go.id  
 
 
 
www.ekon.go.id www.ekon.go.id www.ekon.go.id
www.ekon.go.id www.ekon.go.id www.ekon.go.id
   
www.ekon.go.id www.ekon.go.id www.ekon.go.id