Menko Perekonomian bersama Anggota II BPK serta para menteri di bidang perekonomian saat penyerahan Laporan Hasil Pemeriksaan oleh BPK RI
Menko Perekonomian memberikan arahan di acara Seminar Nasional "Mencari Format Sistem Keamanan Nasional dalam Era Demokrasi dan Globalisasi" di Lemhanas. ...
...
...
Menko Perekonomian memberi pidato saat rapat gabungan Komisi IV, VI, dan VII DPR RI ...
Menko Perekonomian bersama para menteri KIB II saat menerima kunjungan US Secretary of Commerce di kantor Kemenko Perekonomian ...
Indonesia Berharap G-20 Perbaiki Pertumbuhan Ekonomi Dunia
Plt. Menko Perekonomian/Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, Indonesia berharap pertemuan para menteri keuangan G-20 yang berlangsung di London akan dapat mengembalikan kepercayaan dan memperbaiki momentum pertumbuhan ekonomi dunia.
Harapan Indonesia yang disampaikan Plt. Menko Perekonomian/Menteri Keuangan RI dalam wawancara khusus dengan koresponden ANTARA News di Gedung KBRI London, Jumat 4 September 2009, berkaitan dengan kehadirannya dalam pertemuan pejabat kelompok G-20 yang berlangsung di London, Inggris.
Pejabat-pejabat negara dari kelompok G-20 itu selama dua hari, Jumat dan Sabtu, membahas isu stimulus ekonomi menjelang konferensi puncak G-20 yang akan diadakan di Pittsburgh, AS akhir bulan ini. Para menteri keuangan kelompok negara G-20 akan membahas bagaimana menghentikan arus bantuan stimulus bernilai miliaran dolar AS yang dikucurkan dapat membantu perbaikan ekonomi dunia.
Plt. Menko Perekonomian/Menteri Keuangan mengatakan pertemuan G-20 ini diharapkan dapat menghasilkan keputusan yang bisa memulihkan ekonomi dunia agar tetap berjalan. Selain itu G-20 bisa menghasilkan berbagai regulasi untuk rezim perekonomian global yang lebih aman dan berkelanjutan serta risikonya lebih bertanggung jawab.
Para menteri keuangan yang akan mengikuti pertemuan G-20 juga akan mendukung usaha mengurangi jumlah bonus yang biasa dibayarkan kepada para eksekutif bank besar. Menurut Menteri keuangan Swedia Anders Borg, kebiasaan membayar bonus-bonus besar mendorong bank-bank melakukan spekulasi, yang telah mengakibatkan krisis ekonomi global. Sumber: Antara