Menko Perekonomian bersama Anggota II BPK serta para menteri di bidang perekonomian saat penyerahan Laporan Hasil Pemeriksaan oleh BPK RI
Menko Perekonomian bersama para menteri KIB II saat menerima kunjungan US Secretary of Commerce di kantor Kemenko Perekonomian ...
...
Menko Perekonomian memberikan arahan di acara Seminar Nasional "Mencari Format Sistem Keamanan Nasional dalam Era Demokrasi dan Globalisasi" di Lemhanas. ...
...
Menko Perekonomian memberi pidato saat rapat gabungan Komisi IV, VI, dan VII DPR RI ...
STUDI DAMPAK PEMBANGUNAN PERUMAHAN TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI
(Deputi V Menko Perekonomian)
Pembangunan perumahan diyakini mempunyai konstribusi yang signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. Sejalan dengan itu, pembangunan perumahan di suatu wilayah akan senantiasa diikuti dengan pembangunan sarana dan prasarana kesehatan, transportasi, pendidikan, peribadatan, penerangan, air bersih, telekomunikasi, perbankan, dan perbelanjaan yang akan menggerakkan perekonomian.
Kajian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar kontribusi pembangunan perumahan terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. Sasaran kajian ini meliputi analisis dampak program pembangunan perumahan terhadap pertumbuhan ekonomi nasional, dan analisis keterkaitan pembangunan perumahan dengan sektor ekonomi lain.
Dari studi ini, dapat disampaikan beberapa hasil sebagai berikut; i) multiplier effect output sektor perumahan dan nonperumahan sebesar 1,816, yang berarti apabila peningkatan permintaan akhir pada sektor perumahan dan nonperumahan sebesar satu rupiah, maka output akan mengalami peningkatan sebesar 1,816 rupiah. ii) multiplier effectpendapatan (income multiplier) sektor perumahan dan nonperumahan sebesar 0,211 yang berarti apabila terjadi peningkatan permintaan akhir pada sektor perumahan dan nonperumahan sebesar satu rupiah, maka akan terjadi peningkatan pendapatan rumah tangga sebesar 0,211 rupiah. iii) Sektor perumahan dan nonperumahan memiliki nilai IBL sebesar 1,093, yang berartiapabila sektor perumahan dan nonperumahan adalah salah satu sektor kunci dalam perekonomian Indonesia karena memberikan konstribusi yang relatif lebih besar. iv) Hasil simulasi menunjukkan bahwa jika investasi di sektor perumahan dan nonperumahan ditingkatkan sebesar Rp 1 juta,-, maka output pada sektor perumahan dan nonperumahan akan meningkat sebesar Rp1.001.956,-. Nilai ini menunjukkan efek langsungnya sebesar Rp1 juta,- dan efek tidak langsung sebesar Rp1.956. Hal ini mencerminkan keterkaitan suatu sektor dengan sektor lain. v)Beberapa sektor yang merasakan dampak terbesar dari pembangunan perumahan adalah sektor industri kayu, pertambangan dan galian, industri BBM dan LNG, bahan bangunan dari logam, dan sektor barang-barang logam lainnya.
Beberapa rekomendasi dari hasil penelitian ini antara lain: i) untuk meningkatkan kontribusi pembangunan perumahan terhadap pertumbuhan ekonomi nasional,perlu dilakukan pengembangan pusat kegiatan industri, terutama sektor industri kayu, pertambangan dan galian, industri BBM dan LNG, bahan bangunan dari logam, dan barang-barang logam lainnya, merupakan sektor unggulan dan penyumbang output terbesar dalam perekonomian, ii) Sektor Perumahan merupakan sektor dengan angka pengganda pendapatan yang cukup besar, sehingga selain memberi dampak kepada output perekonomian keseluruhan juga akan memberikan dampak yang tinggi bagi peningkatan pendapatan masyarakat dan mengurangi jumlah pengangguran, iii) perlu dilakukan pengembangan industri baja lokal untuk mengurangi ketergantungan impor baja dari luar negeri. Hal ini untuk mengurangi subtitusi penggunaan bahan bangunan kayuterhadap baja yang komponennya sangat tergantung baja yang dihasilkan oleh produsen luar negeri.