Menko Perekonomian memberikan arahan di acara Seminar Nasional "Mencari Format Sistem Keamanan Nasional dalam Era Demokrasi dan Globalisasi" di Lemhanas. ...
Menko Perekonomian bersama para menteri KIB II saat menerima kunjungan US Secretary of Commerce di kantor Kemenko Perekonomian ...
Menko Perekonomian bersama Anggota II BPK serta para menteri di bidang perekonomian saat penyerahan Laporan Hasil Pemeriksaan oleh BPK RI
...
...
Menko Perekonomian memberi pidato saat rapat gabungan Komisi IV, VI, dan VII DPR RI ...
Pada tanggal 28 Juni 2010 s/d 1 Juli 2010, Presiden RI didampingi oleh Ketua DPD dan sejumlah anggota Kabinet Indonesia Bersatu II dan beberapa anggota DPR dan Rektor Universitas telah melakukan kunjungan kenegaraan ke Turki atas undangan Presiden Turki. Sehubungan dengan kunjungan kenegaraan tersebut dapat disampaikan beberapa hal sebagai berikut:
I. Hasil Pertemuan Bilateral antara Presiden RI dan Presiden Turki
Presiden Turki menyambut gembira kedatangan Presiden RI memenuhi undangan Presiden Turki untuk melakukan kunjungan kenegaraan ke Turki. Kunjungan tersebut merupakan kunjungan yang sangat bersejarah mengingat kunjungan terakhir dilakukan oleh Presiden Indonesia 25 tahun yang lalu. Presiden Turki bangga terhadap Indonesia, sebuah negara yang besar, berpenduduk muslim terbesar, demokratis dan memiliki banyak sekali potensi. Presiden Turki juga menyampaikan ucapan selamat kepada Presiden RI atas terpilihnya kembali sebagai Presiden untuk yang kedua kalinya.
Inggris Berkeinginan Meningkatkan Investasi di Indonesia
Jakarta, 22 Juli 2010 - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Hatta Rajasa menerima Menteri Negara Kementerian Luar Negeri Inggris, Jeremy Browne di Jakarta. Kunjungan tersebut bertujuan untuk membangun kerjasama dan meningkatkan investasi. Indonesia masih merupakan tempat investasi yang menarik bagi Inggris terutama di bidang manufaktur, sektor keuangan seperti asuransi atau perbankan. Inggris juga berkomitmen untuk mendukung pertumbuhan Indonesia dan akan membantu mencapai target-target terkait isu perubahan iklim.
Bazar Intermediasi Perbankan dan Seminar Pembiayaan untuk Sektor Pertanian dan Perikanan
Mendorong Pertumbuhan Investasi dan Peningkatan Daya Saing Sektor Pertanian dan Perikanan
Banten, 21 Juli 2010 - Kegiatan Bazar intermediasi Perbankan dan Seminar Pembiayaan untuk Sektor Pertanian dan Kelautan khususnya Perikanan yang dikemas dalam Tema besar yaitu ”Banten Banking Expo 2010” dilaksanakan pada tanggal 21-22 Juli 2010 di Alun-alun Barat Kota Serang, Banten, diikuti oleh 22 Perbankan Pelaksana Kredit Program dan Perbankan Umum, serta diikuti oleh kurang lebih 66 pelaku usaha UMKM dan pelaku usaha di sektor pertanian dan perikanan dari empat wilayah, yaitu Banten, Jabar, DKI Jaya dan Lampung. Pada kegiatan ini juga akan dilakukan penandatanganan MoU Persetujuan Kredit antara Bank Pelaksana dengan Pelaku Usaha.
Kegiatan ini dimaksudkan untuk mendekatkan para pelaku usaha terutama sektor pertanian, peternakan dan perikanan sebagai sektor yang mempunyai peranan strategis dalam penyediaan bahan pangan, bahan baku industri, penyediaan pakan ternak, penyediaan bio energy, penciptaan lapangan kerja dan berusaha, sumber devisa negara dengan lembaga pembiayaan, terutama perbankan. Pada kegiatan ini akan diperkenalkan lebih dekat pola pembiayaan Syariah yang sesuai dengan karakteristik usaha tani dan nelayan/pembudidaya ikan.
PENGHAPUSAN KREDIT UMKM DAERAH BENCANA TERKENDALA ATURAN
Bandung, 21 Juli 2010 - Pemerintah masih kesulitan untuk menghapus kredit macet para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di daerah yang terkena bencana alam karena terkendala aturan. "Sejauh ini penghapusan atau pemutihan kredit macet UMKM di daerah bencana itu belum bisa dilakukan karena terkait dengan regulasinya yang tidak memungkinkan melakukan pemutihan," kata Menko Ekuin Hatta Radjasa dalam Sidang Pleno XIV ISEI di Kota Bandung, rabu. Meski demikian, kata Hatta, bila ada celah atau jalur cepat yang bisa melakukan proses meringankan bagi kredit macet pelaku UMKM di daerah bencana itu, mereka akan menjadi prioritas. "Bila ada jalan cepat untuk penyelesaian kredit mereka, tentu akan menjadi prioritas kami," katanya.
Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian yang beralamat di Jl. Lapangan Banteng Timur No.2-4 Jakarta Pusat, dengan sumber dana APBN DIPA Kementerian Koordinator Bidang Perkonomian tahun 2010 Kegiatan 4765 akan melaksanakan Seleksi Umum Pengadaan Jasa Konsultansi:
Kajian Kebijakan Peningkatan Efektifitas Raskin dengan pagu dana sebesar
Rp 400.000.000,- (Empat ratus juta rupiah)
Kajian Potensi Ekonomi Pengembangan Bahan Bakar Nabati (BBN) Skala Terpadu: “Analisa Potensi Ekonomi Pengembangan BBN Terpadu Dalam Rangka Penyempurnaan Kebijakan BBN” Rp 250.000.000,- (Dua ratus lima puluh juta rupiah)