www.ekon.go.id
www.ekon.go.id www.ekon.go.id www.ekon.go.id
 
  • JoomlaWorks Simple Image Rotator
  • JoomlaWorks Simple Image Rotator
  • JoomlaWorks Simple Image Rotator
  • JoomlaWorks Simple Image Rotator
  • JoomlaWorks Simple Image Rotator
  • JoomlaWorks Simple Image Rotator
  • JoomlaWorks Simple Image Rotator
  • JoomlaWorks Simple Image Rotator
 
www.ekon.go.id www.ekon.go.id www.ekon.go.id

Menko Perekonomian memberikan arahan di acara Seminar Nasional "Mencari Format Sistem Keamanan Nasional dalam Era Demokrasi dan Globalisasi" di Lemhanas.
...

Menko Perekonomian bersama para menteri KIB II saat menerima kunjungan US Secretary of Commerce di kantor Kemenko Perekonomian
...

Menko Perekonomian bersama Anggota II BPK serta para menteri di bidang perekonomian saat penyerahan Laporan Hasil Pemeriksaan oleh BPK RI

Menko Perekonomian memberi pidato saat rapat gabungan Komisi IV, VI, dan VII DPR RI
...


...

...

www.ekon.go.id www.ekon.go.id www.ekon.go.id www.ekon.go.id www.ekon.go.id www.ekon.go.id www.ekon.go.id www.ekon.go.id www.ekon.go.id
 
  bahasa   |   english
					
					

Indonesian Innovative products

Statistik Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari Ini133
mod_vvisit_counterKemarin935
mod_vvisit_counterMinggu Ini3843
mod_vvisit_counterBulan Ini24963
mod_vvisit_counterKeseluruhan289019
   
Indonesia memiliki Terminal Bahan Bakar Milik Swasta Pertama di Indonesia
Jakarta, 12 April 2010 -  Menteri Koordinator Bidang Perekonomian M. Hatta Rajasa, didampingi Menteri Perhubungan, Menteri Negara BUMN, Wakil Menteri Sekretaris Negara, Kepala BPH Migas, Dirjen Migas serta CEO PT  Jakarta Tank Terminal dan Royal Vopak meresmikan pengoperasian Vopak Terminal Jakarta yaitu terminal impor dan distribusi untuk produk minyak milik swasta pertama di Indonesia.  Terminal ini dibangun dengan kepemilikan saham 51 persen PT AKR Corporindo Tbk dan 49 persen  Royal Vopak, perusahaan penyedia jasa penyimpanan tangki independen asal Belanda, yang akan menjadi bagian dari jaringan 80 terminal global milik Vopak  yang tersebar di 31 negara.  
 
Vopak Terminal Jakarta yang berlokasi di Tanjung Priok, Jakarta merupakan terminal bahan bakar minyak (BBM)  dengan rencana kapasitas penyimpanan sebesar 450.000 kiloliter akan dibangun dalam dua tahap. Tahap pertama yang baru saja diresmikan mempunyai kapasitas penyimpanan sebesar 250.800 kiloliter dengan infrastruktur dua dermaga dengan kapasitas kapal 65.000 dwt dan 8.000 dwt., yang memungkinkan untuk mendistribusikan produk minyak ke seluruh daerah di Jakarta, Jawa Barat, dan Banten.  Keseluruhan fasilitas dirancang dan dibangun sesuai dengan standar kesehatan, keselamatan, keamanan dan lingkungan tertinggi dan menggunakan sistem otomasi yang terintegrasi.
 

Selengkapnya...
 
Pemerintah mendorong Iklim Investasi dan Kinerja Ekspor
Bandung, 10 April 2010 -- Menko Perekonomian Hatta Rajasa dalam sambutannya pada Workshop Forum Diskusi Wartawan Keuangan dan Moneter (Forkem) Indonesia Pulih di Bandung, Sabtu 10 April 2010, mengatakan bahwa dampak krisis global tahun 2008-2009 lalu yang sempat mempengaruhi perekonomian nasional kini telah berhasil dilalui. Bangsa Indonesia pun menuju pemulihan dan siap melakukan berbagai perbaikan. Pemerintah akan terus mendorong iklim investasi dan kinerja ekspor untuk mendukung pertumbuhan ekonomi.
Selengkapnya...
 
Mutasi Jabatan Eselon II, III dan IV di Lingkungan Kemenko Perekonomian
Jakarta, Pada Rabu, 17 Maret 2010 telah dilakukan pelantikan Pejabat Eselon II, III dan IV pada Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian. Pelantikan tersebut berdasarkan SK Menteri Koordinator Bidang Perekonomian No KEP -13/M.EKON/UP.11/02/2010 tentang Mutasi Jabatan Eselon II dan KEP-16/M.EKON/UP.11/03/2010 Tentang Mutasi Para Pejabat Eselon III dan IV di Lingkungan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian. Pelantikan tersebut di hadiri seluruh Pejabat Eselon I
Selengkapnya...
 
FORTIFIKASI VITAMIN A KE DALAM MINYAK GORENG
Jakarta, 03 Maret 2009 - Peningkatan kebutuhan minyak goreng untuk konsumsi masyarakat Indonesia semakin besar diperkirakan pada tahun 2020 mencapai 5 juta ton per tahun. Meningkatnya permintaan minyak goreng adalah adanya perkembangan variasi produk makanan yang memanfaatkan minyak goreng.

Produk makanan tradisional Indonesia sebagian besar menggunakan minyak goreng. Oleh sebab itu dalam rangka untuk mengurangi kekurangan zat gizi masyarakat baik makro maupun mikro, maka perlu adanya kebijakan yang tepat untuk memenuhi zat gizi tersebut. Salah satu kebijakan yang ditempuh melalui memasukan vitamin ke dalam minyak goreng.

Pada saat ini di Indonesia masih dinyatakan masyarakatnya masih kekurangan vitamin A, khususnya banyak terjadi pada anak di bawah usia 5 tahun yang sangat mempengaruhi ketahanan tubuh. Berdasarkan data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), 25 – 30 % kematian bayi dan balita disebabkan kekurangan vitamin A. Sedangkan di Indonesia sekitar 14,6% anak di atas usia 1 tahun mengalami kekurangan vitamin A dan berdampak pada penglihatan. Fortifikasi vitamin A ke dalam minyak goreng merupakan salah satu cara efektif untuk menyediakan vitamin A bagi anak-anak dan balita, termasuk masyarakat, mengingat sekitar 70% masyarakat Indonesia setiap harinya mengkonsumsi minyak goreng.
Selengkapnya...
 
Revitalisasi Kredit Usaha Rakyat 2010
Sejak diluncurkan oleh Presiden Republik Indonesia tanggal 5 November 2007, program penjaminan kredit/pembiayaan kepada Usaha Mikro, Kecil, Menengah, dan Koperasi (UMKMK), yang selanjutnya disebut Kredit Usaha Rakyat (KUR) mendapat respon positif dari masyarakat. Penyaluran KUR mengalami kenaikan sekitar 9,5 (sembilan koma lima) kali lipat selama tahun 2008 dari Rp. 1.400.000.000.000,- (satu triliun empat ratus milyar rupiah) pada Januari 2008 menjadi Rp. 12.900.000.000.000,- (dua belas triliun sembilan ratus milyar rupiah) pada Januari 2009, yang kemudian melambat dan mencapai Rp. 17.200.000.000.000,- (tujuh belas triliun dua ratus milyar rupiah) pada akhir Desember 2009. Sebaran realisasi KUR menurut sektor menunjukkan peran sektor perdagangan mencapai 70% (tujuh puluh persen), sementara sektor pertanian 15% (lima belas persen), sektor jasa lain-lain 7% (tujuh persen), dan sektor lainnya 8% (delapan persen).
Selengkapnya...
 
<< Awal < Sebelumnya 1 2 3 4 5 6 Berikutnya > Akhir >>

Hasil 16 - 30 dari 76
   
Perkembangan EKonomi
Kajian Kajian
Siaran Pers Pencapaian Program 100 Hari KIB II
 
Kajian 

Kata Kunci

Jajak Pendapat

Informasi apa yang paling perlu ditambahkan dalam situs ini?
 
 
 
www.ekon.go.id www.ekon.go.id www.ekon.go.id www.ekon.go.id www.ekon.go.id www.ekon.go.id www.ekon.go.id www.ekon.go.id www.ekon.go.id
www.ekon.go.id www.ekon.go.id www.ekon.go.id
 
www.ekon.go.id  
 
 
 
www.ekon.go.id www.ekon.go.id www.ekon.go.id
www.ekon.go.id www.ekon.go.id www.ekon.go.id
   
www.ekon.go.id www.ekon.go.id www.ekon.go.id