www.ekon.go.id
www.ekon.go.id www.ekon.go.id www.ekon.go.id
 
  • JoomlaWorks Simple Image Rotator
  • JoomlaWorks Simple Image Rotator
  • JoomlaWorks Simple Image Rotator
  • JoomlaWorks Simple Image Rotator
  • JoomlaWorks Simple Image Rotator
  • JoomlaWorks Simple Image Rotator
  • JoomlaWorks Simple Image Rotator
  • JoomlaWorks Simple Image Rotator
  • JoomlaWorks Simple Image Rotator
  • JoomlaWorks Simple Image Rotator
  • JoomlaWorks Simple Image Rotator
  • JoomlaWorks Simple Image Rotator
  • JoomlaWorks Simple Image Rotator
  • JoomlaWorks Simple Image Rotator
 
www.ekon.go.id www.ekon.go.id www.ekon.go.id


...

Menko Perekonomian saat menjadi pembicara dalam Seminar Nasional di Palembang, didampingi Gubernur Sumsel dan Dirut PLN serta beberapa Direksi Perusahaan.
...

Menko Perekonomian membuka Rakernas Kementerian Kelautan dan Perikanan, didampingi Menteri Kelautan dan Perikanan, Menteri Pekerjaan Umum dan Kepala Bappenas
...

Menko Perekonomian bersama dengan jajaran menteri ekonomi KIB II saat meninjau pelabuhan di Batam
...

Menko Perekonomian saat memberi pengarahan pada Rakernas Badan Pertahanan Nasional tahun 2010
...

Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Menerima Penghargaan Terkait Opini Wajar Tanpa Pengecualian atas Laporan Keuangan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Tahun Anggaran 2008.

Menko Perekonomian menyaksikan dan menandatangani MoU pembiayaan kredit antara Perbankan dengan UKM

www.ekon.go.id www.ekon.go.id www.ekon.go.id www.ekon.go.id www.ekon.go.id www.ekon.go.id www.ekon.go.id www.ekon.go.id www.ekon.go.id
 
					
					

Indonesian Innovative products

Statistik Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari Ini635
mod_vvisit_counterKemarin772
mod_vvisit_counterMinggu Ini3105
mod_vvisit_counterBulan Ini8277
mod_vvisit_counterKeseluruhan172031
   
Beberapa Isu dan Rekomendasi di Bidang Ekonomian pada National Summit 2009
Jakarta, 29 Oktober 2009 - Pertemuan National Summit 2009 yang telah dibuka secara resmi oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono bertujuan untuk melakukan dialog dan pembahasan dengan seluruh para pihak pemangku kepentingan (stakeholders) di Indonesia tentang berbagai hambatan kegiatan usaha seperti ketidakharmonisan kebijakan pemerintah pusat, pemerintah daerah dan sebagainya. Masukan-masukan yang didapat ini akan langsung pemerintah respon dengan cepat dan mencari jalan keluar dari segala permasalahan tersebut.
 
Pada hari pertama yang membahas permasalahan-permasalahan pada bidang ekonomi telah dapat diinventarisir sebagai berikut:

I. Di bidang infrastruktur isu-isu yang mengemuka adalah:
  1. Pengadaan Tanah;
  2. Skema Public Private Partnership (PPP);
  3. Alternatif Pembiayaan Infrastruktur;
  4. Revitalisasi Peran Pemerintah dalam Percepatan Pembangunan Infrastruktur;
  5. Peraturan yang tidak sinkron;
  6. Pembangunan Infrastruktur yang belum merata di berbagai daerah;
  7. Penggunaan lahan yang berada di hutan lindung untuk pembangunan infrastruktur/ perkebunan.
Beberapa rekomendasi yang disampaikan antara lain:
  • Landasan hukum/ Peraturan yang lebih kuat dengan merevisi UU no.20/1961 tentang Pencabutan Hak-hak atas Tanah dan Benda-benda yang Ada di Atasnya;
  • Peninjauan kembali/revisi UU 5/1960 tentang Agraria;
  • Perubahan regulasi (al. Perpres 67/2005) untuk menciptakan iklim investasi infrastruktur yang lebih kondusif;
  • PPP diatur dengan memahami kondisi investasi infrastruktur yang layak secara financial, layak secara ekonomi tetapi tidak layak financial, dan tidak layak ekonomi dan tidak layak finansial;
  • Adanya alternative pembiayaan yang khusus untuk infrastruktur: dalam jumlah besar, berjangka panjang dan sesuai dengan karakteristik kebutuhan infrastruktur;
  • Review/ sinkronisasi kebijakan/ UU yang ada terkait Tata Ruang dan Kehutanan;
  • Sinkroinisasi pengembangan infrastruktur dan penataan kawasan.
Selengkapnya...
 
Rencana Pelaksanaan National Summit 2009
Tema: Mewujudkan Indonesia Sejahtera, Adil dan Demokratis

Jakarta, 28 Oktober 2009 - Setelah Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengumumkan para Menteri Kabinet Indonesia Bersatu II dan melantiknya pada tanggal 22 Oktober 2009, maka bagian dari tugas utama yang harus segera diselesaikan adalah menyiapkan program kerja ke depan. Program kerja tersebut sebagaimana biasa akan dicanangkan dan diumumkan oleh pemerintah sebagai prioritas kerja Kabinet yanag akan dilaksanakan dalam 5 tahun ke depan, termasuk program kerja 100 hari.

Namun, sebelum menetapkan program yang akan disampaikan kepada publik, Presiden menghendaki agar dilakukan dialog dan pembahasan dengan seluruh para pihak pemangku kepentingan (stakeholders) bangsa ini. Melalui pembahasan ini, diharapkan pemerintah dapat memperoleh saran dan masukan yang lebih konkrit untuk memantapkan program kerja yang akan ditempuh pemerintah. Untuk itu, Presiden sudah memerintahkan Wakil Presiden untuk membentuk Kepanitiaan dan Steering Committee serta melibatkan KADIN Indonesia dalam National Summit yang akan dimanfaatkan sebagai sarana untuk membahas dan memantapkan program kerja yang akan dicanangkan, tidak saja mencakup bidang ekonomi, tetapi juga kesejahteraan rakyat  dan politik hukum dan hak asasi manusia, yang kesemuanya terkait dengan dunia usaha nasional.
 
Selengkapnya...
 
SOSIALISASI SURAT KEPUTUSAN BERSAMA TENTANG STRATEGI PENGEMBANGAN LEMBAGA KEUANGAN MIKRO
Sebagai jawaban atas kebutuhan masyarakat akan payung hukum bagi Lembaga Keuangan Mikro (LKM), Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian telah memfasilitasi penyusunan Keputusan Bersama Menteri Keuangan, Menteri Dalam Negeri, Menteri Negara Koperasi dan UKM dan Gubernur Bank Indonesia tentang Strategi Pengembangan Lembaga Keuangan Mikro (LKM). Keputusan Bersama tersebut telah ditanda-tangani pada tanggal 7 September 2009.

Fokus SKB tersebut adalah mendorong legalitas kegiatan penyaluran pembiayaan usaha-usaha yang diselenggarakan oleh masyarakat yang dikenal sebagai LKM. Fokus tersebut diambil dengan menimbang (1) jumlah LKM yang sangat besar, sekitar 75 ribu, (2) ada puluhan jenis atau ragam LKM yang berdiri karena inisiatif masyarakat dan program pemerintah, (3) jumlah yang besar dan ragam yang bervariasi telah menyulitkan pembinaan dan pengawasannya. Melalui SKB ini ragam LKM diarahkan kepada empat bentuk badan usaha yang memiliki landasan hukum jelas, yaitu Badan Usaha Milik Desa (BumDes), Koperasi, Bank Perkreditan Rakyat (BPR) dan Modal Ventura.

Selengkapnya...
 
Serah Terima Jabatan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian
Pada hari Kamis, 22 Oktober 2009 pukul 19.00 telah dilaksanakan acara serah terima jabatan (sertijab) Menteri Koordinator Bidang Perekonomian dari Ibu Dr. Sri Mulyani Indrawati kepada Bapak Ir. M. Hatta Radjasa, bertempat di Aula Graha Sawala. Pada acara tersebut dilakukan penandatanganan berkas berita acara dan memori jabatan. Acara ini dihadiri juga oleh Menteri Perhubungan, Menteri Perdagangan, Menteri Kelautan dan Perikanan, Menneg Koperasi & UKM, Menneg Perencanaan Pembangunan/Kepala Bappenas, Menteri Perindustrian, Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Menteri ESDM, dan para pejabat Eselon I dan II di lingkungan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian.
Dalam sambutannya, Ibu Dr. Sri Mulyani mengucapkan selamat bertugas kepada Bapak Ir. M. Hatta Rajasa sebagai Menko Perekonomian dan juga menyampaikan terima kasih kepada jajaran pejabat dan staf yang berada di lingkungan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian. Sementara itu, Bapak Ir. M. Hatta Rajasa sebagai Menko Perekonomian yang baru menyampaikan terima kasih kepada Ibu Dr. Sri Mulyani dan seluruh jajaran Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian atas pengabdian selama ini dan juga menekankan bahwa keberhasilan dari Kabinet Indonesia Bersatu adalah adanya kekompakan, koordinasi, sinkronisasi, dan kesepahaman.
Selengkapnya...
 
Seminar Perbaikan Iklim Usaha, Pemberdayaan Pelaku Usaha, dan Persaingan Usaha
Makassar, 15 Oktober, 2009 - Dalam rangka memanfaatkan keramaian acara Indonesian Open Extreem Sport Championship, kejuaraan atraksi olah raga ekstrim, seperti memanjat tebing, motor cross, jet ski yg dilakukan Kementerian Pemuda dan Olah Raga pada tanggal 15 – 17 Oktober 2009 di Makasar, maka Kedeputian Bidang Industri dan Perdagangan, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian melakukan Sosilisasi Kebijakan Perbaikan Iklim Usaha, Pemberdayaan Pelaku Usaha, dan Persaingan Usaha untuk mendorong kewirausahaan bagi para pemuda sebagai generasi pelaku ekonomi sekarang dan mendatang. Peserta adalah para pemuda yang ikut acara kejuaraan olah raga ekstrim, akademisi, pemerintah daerah dan dinas dunia usaha di Sulawesi Selatan dan sebagian dari wilayah Indonesia Bagian Timur lainnya serta intansi pusat.

Minat wirausaha meningkat sejak 2005 yang ditunjukkan dengan menurunnya pengangguran dari 11,2% tahun 2005 menjadi sekitar 8% tahun 2008 tetapi entitas UMKM berkembang dari sekitar 47 juta unit menjadi lebih dari 50 juta unit di akhir tahun 2008. Olah raga memiliki manfaat ekonomi yang luar biasa untuk memulai kewirausahaan oleh pemuda maupun mengembangkan bisnis global. Olah raga merupakan kebutuhan setiap orang dan peluang bisnisnya mulai dari pengadaan sarana dan kelengkapan olah raga, pakaian, sepatu, makanan, minuman, vitamin, obat-obatan, kosmetik, sampai jasa kebugaran, seperti massage, spa, dan lain sebagainya.
Selengkapnya...
 
<< Awal < Sebelumnya 1 2 3 4 Berikutnya > Akhir >>

Hasil 16 - 30 dari 58
   
Kajian Kajian
Siaran Pers Pencapaian Program 100 Hari KIB II
 
Kajian 

Kata Kunci

Jajak Pendapat

Informasi apa yang paling perlu ditambahkan dalam situs ini?
 
 
 
www.ekon.go.id www.ekon.go.id www.ekon.go.id www.ekon.go.id www.ekon.go.id www.ekon.go.id www.ekon.go.id www.ekon.go.id www.ekon.go.id
www.ekon.go.id www.ekon.go.id www.ekon.go.id
 
www.ekon.go.id  
 
 
 
www.ekon.go.id www.ekon.go.id www.ekon.go.id
www.ekon.go.id www.ekon.go.id www.ekon.go.id
   
www.ekon.go.id www.ekon.go.id www.ekon.go.id