| |
Statistik Pengunjung | Hari Ini | 130 |  | Kemarin | 935 |  | Minggu Ini | 3840 |  | Bulan Ini | 24960 |  | Keseluruhan | 289016 |
|
|
|
|
Hasil Kunjungan Kenegaraan Presiden Ri Ke Turki |
|
Pada tanggal 28 Juni 2010 s/d 1 Juli 2010, Presiden RI didampingi oleh Ketua DPD dan sejumlah anggota Kabinet Indonesia Bersatu II dan beberapa anggota DPR dan Rektor Universitas telah melakukan kunjungan kenegaraan ke Turki atas undangan Presiden Turki. Sehubungan dengan kunjungan kenegaraan tersebut dapat disampaikan beberapa hal sebagai berikut:
I. Hasil Pertemuan Bilateral antara Presiden RI dan Presiden Turki
- Presiden Turki menyambut gembira kedatangan Presiden RI memenuhi undangan Presiden Turki untuk melakukan kunjungan kenegaraan ke Turki. Kunjungan tersebut merupakan kunjungan yang sangat bersejarah mengingat kunjungan terakhir dilakukan oleh Presiden Indonesia 25 tahun yang lalu. Presiden Turki bangga terhadap Indonesia, sebuah negara yang besar, berpenduduk muslim terbesar, demokratis dan memiliki banyak sekali potensi. Presiden Turki juga menyampaikan ucapan selamat kepada Presiden RI atas terpilihnya kembali sebagai Presiden untuk yang kedua kalinya.
|
|
Selengkapnya...
|
|
|
Inggris Berkeinginan Meningkatkan Investasi di Indonesia |
|
Jakarta, 22 Juli 2010 - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Hatta Rajasa menerima Menteri Negara Kementerian Luar Negeri Inggris, Jeremy Browne di Jakarta. Kunjungan tersebut bertujuan untuk membangun kerjasama dan meningkatkan investasi. Indonesia masih merupakan tempat investasi yang menarik bagi Inggris terutama di bidang manufaktur, sektor keuangan seperti asuransi atau perbankan. Inggris juga berkomitmen untuk mendukung pertumbuhan Indonesia dan akan membantu mencapai target-target terkait isu perubahan iklim. |
|
Selengkapnya...
|
|
|
Bazar Intermediasi Perbankan dan Seminar Pembiayaan untuk Sektor Pertanian dan Perikanan |
|
Mendorong Pertumbuhan Investasi dan Peningkatan Daya Saing Sektor Pertanian dan Perikanan
Banten, 21 Juli 2010 - Kegiatan Bazar intermediasi Perbankan dan Seminar Pembiayaan untuk Sektor Pertanian dan Kelautan khususnya Perikanan yang dikemas dalam Tema besar yaitu ”Banten Banking Expo 2010” dilaksanakan pada tanggal 21-22 Juli 2010 di Alun-alun Barat Kota Serang, Banten, diikuti oleh 22 Perbankan Pelaksana Kredit Program dan Perbankan Umum, serta diikuti oleh kurang lebih 66 pelaku usaha UMKM dan pelaku usaha di sektor pertanian dan perikanan dari empat wilayah, yaitu Banten, Jabar, DKI Jaya dan Lampung. Pada kegiatan ini juga akan dilakukan penandatanganan MoU Persetujuan Kredit antara Bank Pelaksana dengan Pelaku Usaha.
Kegiatan ini dimaksudkan untuk mendekatkan para pelaku usaha terutama sektor pertanian, peternakan dan perikanan sebagai sektor yang mempunyai peranan strategis dalam penyediaan bahan pangan, bahan baku industri, penyediaan pakan ternak, penyediaan bio energy, penciptaan lapangan kerja dan berusaha, sumber devisa negara dengan lembaga pembiayaan, terutama perbankan. Pada kegiatan ini akan diperkenalkan lebih dekat pola pembiayaan Syariah yang sesuai dengan karakteristik usaha tani dan nelayan/pembudidaya ikan.
|
|
Selengkapnya...
|
|
|
PENGHAPUSAN KREDIT UMKM DAERAH BENCANA TERKENDALA ATURAN |
|
Bandung, 21 Juli 2010 - Pemerintah masih kesulitan untuk menghapus kredit macet para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di daerah yang terkena bencana alam karena terkendala aturan. "Sejauh ini penghapusan atau pemutihan kredit macet UMKM di daerah bencana itu belum bisa dilakukan karena terkait dengan regulasinya yang tidak memungkinkan melakukan pemutihan," kata Menko Ekuin Hatta Radjasa dalam Sidang Pleno XIV ISEI di Kota Bandung, rabu. Meski demikian, kata Hatta, bila ada celah atau jalur cepat yang bisa melakukan proses meringankan bagi kredit macet pelaku UMKM di daerah bencana itu, mereka akan menjadi prioritas. "Bila ada jalan cepat untuk penyelesaian kredit mereka, tentu akan menjadi prioritas kami," katanya. |
|
Selengkapnya...
|
|
|
2 (dua) Tahun Jamu Brand Indonesia Bisnis jamu Yang Semakin Menjanjikan.... |
|
Jamu telah menjadi budaya masyarakat Indonesia sejak berabad silam, sebagai bagian dari menjaga kesehatan, menambah kebugaran, keperkasaan, dan meningkatkan kecantikan. Sejak dicanangkan oleh Presiden RI Susilo Bambang Yudoyono pada Gelar Kebangkitan Jamu Indonesia melalui "Jamu Brand Indonesia" tanggal 27 Mei 2008, telah menyadarkan semua pihak untuk mengembangkan industri dan usaha jamu, sehingga tahun 2008 dikenal menjadi tahun kebangkitan jamu Indonesia.
Selama kurun waktu dua tahun ini, beberapa langkah kongkret para pemangku kepentingan di bidang jamu sebagai komitmen terhadap kebangkitan Jamu Brand Indonesia antara lain: 1. Adanya peningkatan peran jamu dalam kesehatan, kebugaran, kecantikan, produk herbal terstandar dan fitofarmaka, 2. Pengaturan untuk produk ex-impor melalui Permendag No. 23/M-DAG/Per/5/2010 yang mewajibkan impor jamu adalah importir terdafta dan hanya melalui 5 pelabuhan dan beberapa bandara tertentu, 3. Terbitnya Farmakope Indonesia Edisi Herbal tahun 2009 sebagai upaya penjamina kwalitas jamu dan obat tradisional yang beredar di masyarakat, dll.
|
|
Selengkapnya...
|
|
| | << Awal < Sebelumnya 1 2 3 4 5 6 Berikutnya > Akhir >>
| | Hasil 1 - 15 dari 76 |
|
|
|
|
|