Menko Perekonomian Pimpin Rapat MP3EI di Pontianak
Rabu, 12 Juni 2013 - 15:19
Jakarta - Setelah rapat Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) koridor Jawa, Sumatra, Bali-NT kini giliran Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Hatta Rajasa memimpin rapat MP3EI koridor Kalimantan di Hotel Kapuas Palace, Pontianak, Selasa (11/6/2013).

"Koridor Kalimantan, tadinya direncana akan dilaksanakan beberapa waktu yang lalu, tapi karena waktu yang belum tepat sehingga baru bisa dilaksanakan hari ini," ujarnya dalam rapat MP3EI koridor Kalimantan di Pontianak.

Menko Perekonomian mengklaim dalam dua tahun ini banyak kemajuan dalam MP3EI, namun sejumlah tantangan juga dihadapi oleh Pemerintah. "MP3EI adalah dokumen yang memiliki visi 2015, MP3EI telah memasuki usi 2 tahun banyak kemajuan namun tantangan kita hadapi," ujarnya.

Dalam rapat MP3EI koridor Kalimantan ini selain dihadiri Menko Perekonomian juga dihadiri oleh Menteri Perhubungan E. E. Mangindaan, Menteri Perhatian Suswono, Menteri Kehutanan Zulkiflihasan dan Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Indonesi dan  Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar) Cornelis.

Lebih lanjut ia mengatakan, dalam melaksanakan MP3EI ada tiga pilar untuk mencapai target-target pemerintah pada 2015. Pertama adalah pengembangan koridor wilayah. "Kita tidak ingin permbangaun hanya terpusat di pulau Jawa. Kalau tidak ada policy dan diserahkan pada market mekanisme maka investor hanya pilih di pulau Jawa karaena infrastrukturnya memadai dan pekerjanya memenuhi kebutuhan. Ini tidak bisa dibiarkan, Oleh sebab itu, harus menjadi pertimbangan yang sangat penting bagi kita, pemerataan pembangunan atau mengurangi ketimpangan kita," tuturnya.

Pilar kedua adalah konektifity, dimana Pemerintah harus menghubungkan seluruh pusat pertumbahan di daerah-daerah yang belum berkembang, menjadi pusat pertumbuhan, kawasan investasi, sehingga ada akselerasi pembangaunan. Dan pilar ketiga adalah penerapan SDM dan teknologi.
"Di sinilah tantangan kita untuk mewujudkan," tuturnya.

Menurutnya, rakor koridor Kalimantan ini dilaksanakan agar bisa mengidentifikasi masalah ataupun hambatan yang dihadapi. Dan bagaimana mencari solusi.

Dalam paparan terkini MP3EI koridor Kalimantan ini disektor riil ada 58 proyek dangan nilai investasi Rp281 triliun, di sektor infrastruktur ada 143 proyek dengan nilai investasi sebesar Rp266 triliun dan SDM&IPTEK ada 35 proyek dengan nilai investasi Rp1.671 miliar. Sementara yang telah terrealisasi Groundbreaking sampai 2012 ada 44 proyek dengan nilai Rp 123 triliun.
Berita Terkaitrss
Informasi tidak ditemukan
Infrastruktur dan Pengembangan WilayahLainnyarss
Informasi tidak ditemukan
Berita TerbaruLainnyarss
Informasi tidak ditemukan